Capella Honda Gelar Training Safety Riding Untuk Paguyuban Honda Bikers Duri

WIRANESIA.ID – Tim safety riding Capella Honda pada 18 Februari 2018 lalu melaksanakan kegiatan safety riding di terminal lama jalan lingkar, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan dihadiri oleh 110 peserta, berasal dari 11 club yang tergabung di paguyuban Honda Bikers Duri seperti Honda Sonic Owner Club (HSOI), Honda Street Fire Club Indonesia (HSFCI), Verza Rider Community Indonesia (VRCI), CBR Rider Duri (CRD) dan CBR Club Indonesia (CCI).

Acara dibuka oleh Satlantas Polres Bengkalis, Afridal. Dalam sambutannya Ia mengatakan, komunitas motor merupakan pelopor keselamatan berkendara dan diharapkan menjadi contoh baik bagi masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Untuk menjadi anggota dari komunitas motor, setiap anggota diwajibkan telah memiliki SIM. Perlengkapan berkendara seperti helm wajib dipakai disaat berkendara di setiap kondisi saat perjalanan jauh maupun dekat.

“Diharapkan dengan adanya komunitas motor yang tergabung di Honda Bikers Duri, masyarakat menjadi tertib saat berkendara dan mematuhi peraturan berlalu lintas sehingga dapat menekan angka kecelakaan di jalan,” tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan praktek safety riding skill. Pada saat praktik Aldi Hadi selaku Instruktur Safety Riding menjelaskan bagaimana teknik pengereman yang baik karena teknik pengereman adalah faktor penting dalam berkendara. Pengendara yang setiap hari mengendarai motor pun belum tentu memahami teknik yang benar dalam melakukan pengereman.

Agar aman, tidak disarankan meletakan jari di tuas rem. Bila sebaliknya, anda terancam bahaya akibat reflek jari tangan yang secara tidak sengaja menarik tuas rem akibat situasi tertentu. Jika saat pengereman hanya ditopang oleh tiga jari (jempol, jari, dan kelingking) dikhawatirkan telapak tangan tidak cukup kuat untuk menahan beban motor. Si pengendara harus menutup putaran gas saat memutuskan mengerem.

Mengerem yang baik adalah menarik tuas rem dengan cara meremas seperti bersalaman. Pada saat bersamaan, kaki kanan memijak rem belakang sebagai penyeimbang dan jangan lupa untuk memastikan posisi sepeda motor tegak (tidak miring) sehingga bisa menghindari risiko tergelincir atau terpeleset.

“Suatu kebanggan Honda Bikers Duri telah menjadi percontohan baik tertib berlalu lintas. Selain itu Honda Bikers Duri telah berhasil mengajak XTC, GBR, dan BRIgEZ untuk berubah dari geng motor yang kerap melakukan balap liar menjadi club atau komunitas motor yang tertib berlalu lintas dan aktif dalam kegiatan sosial. Kami Satlantas Polres Bengkalis akan tetap memantau dan membimbing rekan rekan komunitas,” tutur anggota Satlantas Polres Bengkalis, Bripka Riduan Z, SH.

“Kegiatan Training Safety Riding ini sangat bermanfaat bagi kami. Dengan adanya kegiatan ini seluruh peserta dapat memahami bagaimana berkendara yang cari aman terutama di riding skill seperti teknik pengereman. Kami komunitas dan klub yang tergabung di Honda Bikers Duri yang dibimbing oleh Satlantas Polres Bengkalis dan berpartner dengan Capella Honda  mengharapkan kegiatan ini menjadi agenda kegiatan kami kedepannya dan seluruh anggota yang tergabung menjadi pelopor keselamatan berkendara. Cari aman saat berkendara, helm dan jaket jangan wajib digunakan,”, komentar Manager Nainggolan salah satu anggota paguyuban Honda Bikers Duri.

Di akhir acara, tim Safety Riding Capella Honda membagikan helm dan souvenir cari aman bagi peserta. Semoga ilmu safety riding yang diberikan bermanfaat bagi peserta dan menjadikan safety riding bukan hanya sebagai kebiasaan namun menjadi kebutuhan saat berkendara. (rls)