WIRANESIA.ID– Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru adakan Baitul Arqom(BA). Kegiatan ini merupakan Baitul Arqom pertama sekali yang diadakan oleh Sekolah Muhammadiyah di Provinsi Riau. Biasanya kegiatan Baitul Arqom hanya diadakan untuk pengurus Pimpinan Wilayah, Daerah, Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Riau.

Kepala SMK Muti Pekanbaru Drs. Alisman mengatakan, Baitul Arqom bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari guru SMK Muti baik itu kualitas dalam mengajar, kualitas ibadah, dan memperbarui semangat guru dan karyawan SMK Muti untuk lebih baik lagi. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita,” katanya dalam acara yang berlangsung dari tanggal 16-18 di Gedung Balatmas Pekanbaru, Ahad(18/02/2018).

Dalam Baitul Arqom ini peserta diberikan materi tentang Akhlak Bermuhammadiyah, Ibadah Menurut Tarjih Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Citi- cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), Pendidikan Karakter Sekolah Muhammadiyah, Outbound dan lainnya.

Dalam materi ibadah sesuai Majelis Tarjih Muhammadiyah Ustadz Arizal menjelaskan, ada 87 kesalahan umat Islam dalam sholat. Diantaranya saat masuk masjid tidak sholat dua rakaat, makmum memberi perintah iqomah yang seharusnya memberikan perintah itu imam, dan imam tidak meluruskan shaf makmum. “Kesalahan ini diteliti berdasarkan analisa Syeikh Soleh Fauzan bin Alfauzan dengan 168 hadist,” jelasnya.

Sedangkan pemateri karakter pendidikan Muhammadiyah Ustadz Azwir Muin Domo menjelaskan, karakter itu akhlak, akhlak itu sesuatu yang suci. Sehingga akhlak sesuatu yang suci akan hinggap pula pada hati yang suci. “Dalam mendidik guru harus suci dulu hatinya, maka siswa akan suci juga hatinya. Seperti malaikat Jibril yang mendatangi Nabi Muhammad, sama- sama hati suci berjumpa maka ketemu,” jelasnya.

Ustadz Azwir menambahkan, apa pun profesi harus berbuat yang terbaik, apalagi guru harus terus menginspirasi. Terserah hasilnya seperti apa, yang terpenting jangan pernah jera dalam berbuat baik mengajak orang. “Jika tuhan itu minta hasil, maka nabi ada yang tidak masuk surga, karena ada nabi yang tidak ada umatnya. Tapi tuhan minta proses dari manusia itu untuk berbuat baik,” tambahnya.(Ahlul)