Oleh : Darwin (Bergiat di ISDP)

WIRANESIA.ID– Sebagian warga Pekanbaru pada Kamis (1/3/2018) dibuat sedikit  heboh sekaligus terhibur oleh tingkah kocak seorang pemuda yang memanjat ikon Kota Pekanbaru, Riau, Patung Tugu Zapin. Pemuda berkaos merah ini menari, bergelantungan, hingga push-up di kepala dan tangan patung yang terpacak persis di Jalan Sudirman depan kantor Gubernur Riau ini. Aksi pemuda yang diduga stress ini baru berhenti setelah dibujuk dan diamankan oleh pihak kepolisian.

Untuk pelengkap cerita, Patung Tugu Zapin ini terbuat dari tembaga dan perak berbentuk sepasang Bujang dan Dara yang menari indah. Anggaran pembuatan patung yang sempat menjadi kontroversi ini menghabiskan duit APBD hingga 4 miliar.

Lalu, yang mungkin jarang kita telisik adalah, siapa seniman yang membuat patung ikonik di tengah Kota Pekanbaru ini? Dialah seniman patung legendaris Indonesia, I Nyoman Nuarta. Ia telah menghasilkan karya-karya fenomenal. Sebut saja Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, Monumen Proklamasi, patung Arjuna Wijaya (keduanya di Jakarta Pusat), Monumen Jalesveva Jayamahe Surabaya, dan masih banyak karya-karya populer lainnya.

I Nyoman Nuarta lahir di Tabanan Bali pada 14 November 1951. Ia Kuliah seni rupa di ITB Bandung tahun 1972 dan menetap di Bandung hingga kini. Namanya tenar berkat proyek pembuatan patung Soekarno Hatta di Jakarta Pusat.  Seniman yang mendobrak berkat aliran realis ini terus menghasilkan karya-karya patung yang menghentak. Banyak yang memuji karya-karyanya, tapi banyak pula yang sinis. Beberapa di antara karya patungnya dihancurkan oleh kelompok masyarakat dan sebagian ulama yang tidak mengerti estetika. Patung yang dirobohkan itu di antaranya: Patung Ikan di Pangandaran, Patung Tiga Mojang dan Patung Borobudur di Bekasi.

Salah satu proyek ambisius I Nyoman Nuarta adalah Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Patung ini dibangun sejak tahun 1997, hingga kini belum selesai karena kendala  keterbatasan dana. Patung bertinggi ratusan meter itu berkemungkinan akan menjadi mahakarya si Nuarta dan tentu saja akan menjadi ikon pariwisata di Pulau Bali.

Proyek ini memakan dana tidak sedikit dan dirakit di workshop dan galeri Nyoman Nuarta Kota Bandung, tepatnya adalah NuaArt Sculpture Park.

Itu saja sedikit cerita tentang seniman patung legendaris Indonesia, I Nyoman Nuarta. Di Negara kita, sering kali, seniman seperti Nuarta ini dikucilkan oleh Negara. Orang pasti lebih mengenal artis sinetron atau para politisi dibanding seniman semacam Nuarta. Saatnya kita menghormati para seniman Indonesia dengan menghargai karya-karya mereka, minimal kita mengetahui sosok seniman yang tentunya punya kontribusi besar bagi Indonesia.

Itu saja cerita dari si pembuat Patung Tugu Zapin, Pekanbaru, I Nyoman Nuarta. (Darwin)