SMA Babussalam Gelar Acara Perpisahan, Nabila Raih Santri Teladan Terbaik Putri

Babussalam
Teddy Kurniawan dari Dinas Pendidikan Riau menyerahkan penghargaan kepada Nabila, siswa lulusan terbaik III & santri teladan terbaik putri 2018/2019, didampingi Kepsek SMA Babussalam dan orangtua siswa

WIRANESIA.ID- Setelah tiga tahun berada di Kelas XII SMA Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, kali ini kelas XII SMA Babussalam tahun pelajaran 2018/2019, di hari Rabu (10 April 2019) jam 09.00 wib menggelar Acara Kekeluargaan Santri Kelas XII SMA Babussalam untuk Angkatan ke 29. Pondok pesantren modern ini tepat berada di tengah-tengah Kota Pekanbaru.

Acaranya berlangsung sederhana, tapi penuh makna. Acara dihelat di dalam pondok pesantren, layaknya sebuah acara perpisahan. Satu demi satu susunan acara pun dibacakan oleh pembawa acara. Diawali dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh santri kelas XII.

Pandu Dwiyuda didaulat mewakili kelas X & XI SMA Babussalam menyampaikan pesan perpisahan, kepada abang-abang dan kakak-kakak kelasnya, bahwa selama belajar di SMA Babussalam telah banyak memberikan kontribusi dalam kegiatan di sekolah.

Pandu juga mengatakan, bahwa selama proses belajar dan berkegiatan di sekolah ada tutur kata dan tindakan yang kurang pada tempatnya, mohon untuk dimaafkan.

“Selamat buat abang-abang dan kakak-kakak semoga sukses dan lulus semua. Capailah cita-cita setinggi langit dan terus bersemangat,” ungkapnya di akhir sambutannya mewakili kelas X & XI.

Selanjutnya, di acara tersebut ada kesan pula dari siswa Kelas XII yang diwakili oleh Elhamisyifa. Santriwati satu ini ternyata punya kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Arab dengan baik. Selain sambutan dalam bahasa Indonesia juga diselingi dalam bahasa Inggris.

Elhamisyifa mengatakan: “Tak terasa kita sudah tiga tahun di sini, begitu tak sadar rasanya. Dan itulah yang membuat kita bahagia, secara pribadi saya baru merasakan itu. Di saat harus berpisah demi melanjutkan pendidikan di masa depan. Bahwa kita ini luar biasa dan punya talenta.”

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari orang tua/wali santriwan/wati diberi kesempatan menyampaikan sambutan di hadapan para santri, majelis guru, dan orang tua/wali, serta para tamu undangan. Tak banyak yang disampaikan selain ucapan terima kasih kepada pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah, dan majelis guru yang telah memberikan bekal ilmu kepada anak anak semua.

Bapak Ustadz Drs. H. Imran Effendy Hasibuan, MA, selaku kepala sekolah juga memberikan sambutan dalam acara perpisahan kelas XII SMA Babussalam ini. Banyak hal yang disampaikan, misal terkait bahwa generasi anak-anak kita sekarang ini, kata Imran Hasibuan, disiapkan untuk membangun peradaban baru, dan ia berharap pula optimisme menyertai demi langkah maju ke depan.

Belajar di pondok pesantren Babussalam khususnya SMA, kata Kepsek Imran Hasibuan, tergolong berat. Anak anak di sini bukan saja disuguhkan pelajaran umum, tetapi ada pula pelajaran agama yang menjadi sandaran utama.

“Ada 23 mata pelajaran yang diajarkan di sini. Sudah barang tentu itu semua menuntut sebuah kerja keras, disiplin waktu, dan kemandirian dalam belajar. Kami selaku guru-guru tetap memberikan yang terbaik buat anak-anak didik kami. Kalau guru marah sama anak didiknya itu tanda karena ada cinta yang dalam terhadap anak didiknya,” ungkap Ustadz Imran lagi.

Suasana pengalungan tanda kelulusan kepada siswa kelas XII SMA Babussalam, Pekanbaru

Kepala sekolah SMA Babussalam ini juga menyatakan ada sebelas orang lulusan SMA ini yang sudah pasti diterima di Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.

“Alhamdulillah, tahun ajaran 2018/2019 ini sudah ada anak anak kami yang diterima di beberapa perguruan tinggi negeri di Tanah Air. Ada yang diterima di Fakultas Kedokteran, Universitas Riau, atas nama anak kami Dimas, kemudian ada pula yang masuk di Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya (UNSRI), yaitu Nabila, serta Sastra Arab di UGM, serta beberapa perguruan tinggi negeri lainnya melalui jalur SNMPTN 2019,” ujarnya.

Di pengujung acara, Ketua Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Pondok Pesantren Babussalam Kota Pekanbaru, Syekh H. Ismail Royan didaulat pula memberikan sambutan sekaligus pengarahannya dalam acara yang berlangsung khidmat ini.

Syekh H. Ismail Royan mengatakan bahwa pendidikan itu sangat penting ke depan, dan kita selaku orangtua, katanya, selalu berdoa supaya anak anak ini di sepanjang hidupnya hingga akhir hayatnya terus mendoakan para orangtuanya dan menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah.

Dalam acara perpisahan ini, juga diberikan penghargaan kepada santriwan/wati yang berprestasi di sekolah. Salah satunya Nabila yang mendapat penghargan sebagai Santri Teladan Terbaik Putri dan Siswa Lulusan Terbaik III.

Ia juga diterima di Fakultas Kedoktrean, kampus Universitas Sriwijaya, Palembang, melalui jalur SNMPTN tahun ajaran 2019.

“Alhamdulillah saya merasa bersyukur kepada Allah Swt atas penghargaan yang diberikan sekolah yang saya dapatkan dua penghargaan sekaligus,” kata Nabila (17), yang juga hobi membaca puisi ini. ***