8 Besar Tanjung Bunga Cup dan Kondisi Jalan yang Memprihatinkan di Pulau Merbau

Pose bersama
Zulfan Heri berfoto bersama wasit dan pemain sebelum pertandingan antara Ketapang Permai vs PSMS Kuala Merbau, Sabtu (13/4/2019)

WIRANESIA.ID- Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, mempunyai potensi yang tak sedikit. Di balik ketertinggalannya dari segi infrastruktur, pemuda desa Tanjung Bunga sukses mengadakan turnamen sepak bola se-Kecamatan Pulau Merbau.

Pada Sabtu (13/4/2019) kemarin, Wiranesia.id menyempatkan diri bertandang ke Pulau Merbau, khususnya Desa Tanjung Bunga tempat turnamen bola berlangsung.

Pada Sabtu, turnamen Tanjung Bunga Cup 1 sudah memasuki babak 8 besar. Kemarin bertanding dua klub di Pool A dan dua lagi di Pool B. Partai pertama dihelat saat matahari sedang terik menjelang sore hari. Di partai pertama ini, berduel dua klub, masing-masing Ketapang FC dan Persada FC.

Duel antara Ketapang dan Persada berlangsung seru sejak menit pertama dimulai. Kedua tim saling serang. Namun dari segi permainan, nampak Persada lebih sering menekan Ketapang. Klub dari Desa Semukut ini unggul 2-0 terlebih dahulu, sebelum gol tendangan bebas cantik pemain Ketapang memperkecil ketinggalan menjadi 1-2. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah tetap 2-1 untuk keunggulan Persada.

Kiper Ketapang
Kiper Ketapang FC Desa Teluk Ketapang sedang berkonsentrasi mengamankan gawangnya dari serangan Persada FC

Sedang di partai kedua, pertandingan seru juga terjadi. Kedua tim, yakni Ketapang Permai dan PSMS Kuala Merbau saling jual beli serangan. Pertandingan diwarnai permainan keras yang diperagakan tim PSMS karena beberapa kali pelanggaran keras terjadi yang membuat pemain-pemain Ketapang Permai terkapar di lapangan.

Pertandingan keras ini pun berkesudahan dengan keunggulan telak PSMS 3-0. Tim Kuala Merbau ini pun lolos ke babak empat besar.

Pertandingan babak empat besar yang dihelat Kamis (18/4) nanti tinggal menunggu partai perempat final yang dihelat hari ini (14/4/2019) antara tim tuan rumah Symantri Selancap melawan Pokah FC serta Armada FC berhadapan dengan Pemsi. Armada dan Pemsi sama-sama berasal dari Desa Semukut.

Ketua panitia Turnamen Tanjung Bunga Cup, Sudarwindo, kepada Wiranesia menuturkan, turnamen ini menjadi ajang hiburan bagi warga Pulau Merbau, bahkan pulau seberang Tebing Tinggi yang datang ke turnamen ini.

Selain itu, kata Sudarwindo, ekonomi warga khususnya Desa Tanjung Bunga juga terangkat karena mereka bisa berjualan di sekeliling lapangan Bung Kasim, tempat turnamen berlangsung.

“Bahkan kami panitia mengkhususkan masyarakat Tanjung Bunga untuk berjualan di sini,” kata Sudarwindo antusias.

Selain itu, turnamen yang diikuti 61 klub se-Pulau Merbau ini juga sekaligus bisa mempromosikan Desa Tanjung Bunga ke orang-orang luar. Dengan banyaknya penonton yang datang, secara otomatis, kata Sudarwindo, Desa Tanjung Bunga dikenal di masyarakat luar.

Wasit yang memimpin pertandiangan pun, kata Sudarwindo lebih lanjut, adalah wasit kabupaten bahkan berkualifikasi nasional juga.

Duel
Ketapang FC (kuning) dan Persada FC (merah jambu) sedang berduel di lapangan Bung Kasim, Tanjung Bunga, Pulau Merbau

Infrastruktur yang Memprihatinkan di Pulau Merbau
Namun yang agak unik, menurut cerita Sudarwindo kepada Wiranesia adalah dari segi kendala yang dihadapi, yakni jalan. Agak mengejutkan, kalau di turnamen lain kendalanya ada pada sponsorsip, atau persoalan teknis lainnya, di turnamen Tanjung Bunga Cup kendalanya ada pada jalan.

Berdasar pantauan Wiranesia, kondisi jalan di Pulau Merbau yang menghubungkan antar-desa memang sangar memprihatinkan. Misalnya jalan pintas penghubung yang Wiranesia lalui dari Desa Batang Meranti menuju Tanjung Bunga masih jalan tembok tanah biasa, yang kalau musim hujan, kata pemuda Tanjung Bunga lainnya, Dino, maka akan tenggelam dan tak bisa dilalui sepeda motor.

“Jadi,” kata Sudarwindo, “jika hujan, itu membuat akses ke Desa Tanjung Bunga menjadi sulit. Jalan masih sangat parah,” tukas Sudarwindo.

Jika sudah seperti ini, lanjut pemuda yang sederhana ini, maka klub-klub dari desa lain akan terganggu perjalanannya menuju Desa Tanjung Bunga. Klub-klub desa lain itu harus memutar dengan jarak yang jauh menuju Tanjung Bunga.

“Kita sangat butuh perhatian dari pemerintah. Bangunlah jalan kami ini,” harap Sudarwindo mengakhiri wawancara.

Di pertandingan kemarin, nampak hadir mantan anggota DPRD Riau dua periode, Zulfan Heri. Ia datang dari Pekanbaru dan tiba di lokasi menjelang pertandingan akan dilangsungkan. ***