BJ Habibie Terima Tokoh Suluh Kebangsaan di Kediamannya

Suluh
Mantan Presiden BJ Habibie (ketiga kiri) dan para tokoh bangsa yang tergabung dalam Suluh Kebangsaan. Foto: IDNTimes.com

WIRANESIA.ID- Di Hari Buruh Internasional (1 Mei 2019) yang dirayakan besar-besaran di seluruh Indonesia, Presiden ketiga R.I, BJ Habibie, menerima tamu istimewa di kediamannya (Patra Kuningan, Jakarta Selatan), yakni para tokoh yang tergabung dalam Suluh Kebangsaan.

Para tokoh bangsa yang hadir itu antara lain: Mahfud MD, Alissa Wahid, Benny Susetyo, Romo Magnis Suseno, Quraish Shihab, Dahlan Iskan, Rikard Bagun, Salahuddin Wahid, Sinta Nuriyah, dan lainnya.

Dalam ajang silaturahmi ini, Habibie melontarkan pikiran-pikirannya terkait bangsa dan negara. Ia menekankan, Indonesia harus meningkatkan sumber daya manusianya. Masa depan Indonesia, menurut Habibie, akan bergantung pada kualitas SDM-nya.

Mantan presiden yang ahli konstruksi pesawat terbang ini juga menggariskan hal-hal yang diperlukan bangsa.

“Ada tiga proses (yang harus dilalui) agar kita unggul. Proses pembudayaan, proses pendidikan, dan proses keunggulan,” kata Habibie, dikutip Antara.

Proses pembudayaan bagi Habibie, tak bisa lepas dari iman dan taqwa, sementara di pendidikan, yang diperlukan adalah keterampilan. Dua hal ini harus bersinergi untuk melahirkan manusia produktif dan unggul.

Sementara Mahfud MD menjelaskan, pesan pokok yang disampaikan Habibie.

“Pesan yang pokok pertemuan ini tadi bahwa bangsa ini bangsa yang besar. Dulu kita merdeka untuk bersatu agar bisa maju. Sesudah merdeka pada awalnya demokrasi belum bisa dibuka karena kalau kebebasan dibuka ketika negara baru merdeka bisa pecah,” kata Mahfud, ketua Suluh Kebangsaan, usai pertemuan.

Suluh Kebangsaan diinisiasi oleh Mahfud MD, Alissa Wahid, dan Romo Benny Susetyo. Gerakan ini lahir menyikapi kondisi bangsa Indonesia jelang Pemilu 2019.

Gerakan ini menyerukan agar masyarakat Indonesia bersatu dalam menghadapi pemilu. Selain itu, juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memaknai pemilu sebagai suatu yang menyenangkan, bukan mengkotak-kotakan.

Suluh Kebangsaan telah melakukan diskusi ke berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya. ***