Selamat Jalan Bu Ani Yudhoyono

Selamat Jalan Bu Ani Yudhoyono
Oleh Zulfan Heri

INNALILLAHI wa inna ilaihi raji’un. Setiap yang bernyawa pasti mati dan kembali menghadap Allah SWT. Tepat hari Sabtu, tanggal 1 Juni 2019, pukul 11.50 waktu Singapura Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghembuskan napas terakhirnya di National University Hospital (NUH) Singapura.

Sebelumnya beliau menjalani beberapa bulan perawatan medis di hospital tersebut tercatat tanggal 2 Februari 2019, atas penyakit kanker darah yang didera. Di bulan Ramadhan yang penuh rahmat, ampunan Allah, dan dijauhkan dari siksaan api neraka, beliau meninggalkan kita semua. Ibu Negara Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tentu kita semua, sebagai warga negara turut bersedih dan berbela sungkawa atas meninggalnya beliau. Sebagai istri dan sekaligus ibu negara, banyak pengabdian yang telah beliau peruntukkan buat negara ini. Apatah lagi di saat mendampingi Presiden SBY dalam menjalankan tugas kenegaraan. Selama 10 (sepuluh) tahun mencurahkan pikiran, tenaga dan waktu untuk Indonesia tercinta ini, di tengah ragam persoalan dan tantangan silih berganti.

Beliau selalu setia dan istiqomah mendampingi SBY sebagai ibu negara, baik ketika negara dalam keadaan aman maupun duka karena bencana. Beliau selalu ada di samping SBY memberikan support moral dalam bertugas. Tiada kenal lelah dan setia tidur di camp-camp warga di kala masyarakat mendapat musibah, seperti gempa, tsunami, longsor dan banjir. Sungguh mulia sikap dan perbuatanmu Bu Ani.

Sungguh, beliau tiada tanding. Selain itu, beliau juga aktif di Partai Demokrat yang dipimpin suaminya SBY. Anak Letnan Jenderal Sarwo Edhi ini dikenal menggemari dunia fotografi. Beliau sering mengambil gambar di kala momen-momen penting sebagai bentuk dokumentasi dan koleksi. Salah satu contoh, saat acara 17 Agustus di istana negara, Bu Ani tidak menyia-nyiakan momen ragam acara tersebut untuk diabadikan. Sebuah tustel dengan perlengkapannya selalu menemaninya.

Bu Ani Yudhoyono meninggal dalam usia 66 tahun. Kiprahnya di dunia politik dan masyarakat tak diragukan lagi. Selain terlibat aktif bersama SBY di partai berlambang mercy, beliau juga memiliki trah darah pejuang dari sang Ayahnya (alm) Letnan Jenderal Sarwo Edhi. Kalaulah hari ini keluarga besar SBY terjun ke dunia politik, kesemuanya dalam kerangka mengusung tema perjuangan. Tagline partai Demokrat hari ini “tidak boleh rakyat susah” adalah bagian dari idelogi perjuangan tersebut.

Kita semua berdoa ke hadirat Allah SWT, semoga Bapak SBY sekeluarga tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M yang sudah di ambang pintu.

Dan harapan kita semua, diiringi do’a semoga almarhumah —Bu Ani Yudhoyono—, ditempatkan dengan baik di sisi Allah SWT, Sang Khaliq Maha Pencipta makhluk, dan surga firdaus-Nya. Selamat jalan Bu Ani SBY. Aamiin. ***

Penulis, Zulfan Heri
Direktur Eksekutif ISDP