HUT Pekanbaru Tanpa Wako dan Ketua DPRD

Foto: Gatra.com

WIRANESIA.ID- Pekanbaru sudah berumur 235 tahun, dan secara pemerintahan, sudah pula berumur 63 tahun. Dengan umur segitu, mestinya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah punya pola konkret penuntasan ragam masalah yang ada di kota ini.

Pemuka Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru, Hermansyah, menyebut bertambahnya usia Pekanbaru ataupun Kota Pekanbaru mestinya sejalan dengan perkembangan manajemen kota.

“Mestinya sudah ada juga solusi jitu soal banjir yang jadi momok di kota Pekanbaru. Begitu juga masalah sampah,” ujar Hermansyah di lokasi rapat paripurna peringatan hari ulang tahun Pekanbaru di DPRD Pekanbaru, Minggu (23/6/2019).

Selain menyerukan pentingnya kesigapan Pemko mengurai persoalan perkotaan, LAM Pekanbaru juga berharap stakeholder yang ada di Pekanbaru juga meningkatkan perhatian pada unsur budaya Melayu. “Perhatian itu diperlukan agar kota tidak kehilangan identitas budaya,” pintanya.

Gelaran rapat paripurna ini sendiri menuai sorotan publik. Pasalnya, Wali Kota Pekanbaru Firdaus tidak menghadiri rapat itu dan hanya diwakili Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi. Rapat paripurna HUT ke-235 itu juga tidak dihadiri Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Syahril. Lantas jumlah anggota parlemen yang hadir pun tidak sampai separoh dari total 45 Anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yowono, menyerukan Pemko Pekanbaru untuk segera membuat rencana induk (masterplan) untuk mengurai persoalan banjir.

“Masalah banjir ini tidak bisa dari wali kota saja, kita minta kelurahan membuat masterplan rencana banjir, mana yang punya kota, mana yang punya provinsi, mana yang pusat (APBN), mana yang berbatasan dengan kabupaten lain,” katanya. Sumber: Gatra.com. ***