MA Bebaskan Terdakwa Korupsi BLBI Syafruddin Temenggung

Syafruddin Temng Detikk
Syafruddin Temenggung, Divonis 15 tahun penjara oleh PT DKI Jakarta, tapi Dibebaskan MA. Foto: Detik.com

WIRANESIA.ID- Jakarta– Berselang tak berapa lama setelah penolakan Mahkamah Agung terhadap PK Baiq Nuril yang menuai perdebatan publik Tanah Air, putusan berbanding terbalik justru dikeluarkan MA. Kali ini terdakwa korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Syafruddin Temenggung dibebaskan oleh MA. Padahal, sebelumnya Syafruddin divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Majelis hakim mengatakan, perbuatan Syafruddin memang terbukti sesuai dakwaan, namun perbuatan tersebut bukanlah tindak pidana.

“Menyatakan Syafruddin Arsyad Tumenggung terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya. Akan tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana,” kata Karo Hukum dan Humas MA Abdullah di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Dengan putusan kasasi ini, MA memerintahkan agar Syafruddin dikeluarkan dari tahanan dan segera dipulihkan hak-hak dan kedudukannya. Sementara barang bukti dikembalikan ke Negara.

MA menyatakan Syafruddin terbukti menerbitkan Surat Keterangan Lunas Bank Dagang Nasional Indonesia milik Sjamsul Nursalim. Syafruddin juga terbukti merugikan Negara sebesar 4,58 triliun rupiah.

Perbuatan Syafruddin telah memperkaya Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004. Syafruddin selaku Kepala BPPN melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin oleh PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandira (PT WM).

Selain itu, Syafruddin Temenggung disebut telah menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham. Padahal, Sjamsul Nursalim belum menyelesaikan kewajibannya terhadap kesalahan (misrepresentasi) dalam menampilkan piutang BDNI kepada petambak, yang akan diserahkan kepada BPPN.

Sementara Sjamsul Nursalim sendiri baru ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka bersama istrinya Itjih Nursalim.

Menanggapi putusan bebas Syafruddin, KPK pun angkat bicara.

“Tentu saja putusan tersebut akan berdampak pada perkara SN (Sjamsul Nursalim) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Karena perkara SN tidak bisa dilepaskan dari perkara ST (Syafruddin Temenggung),” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dikutip Detik.com. ***