DPD II Golkar Maluku dan Cirebon Mengadu ke Bamsoet Karena Dipecat

Airlangga H
Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto. Foto: Tirto.id

WIRANESIA.ID- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memecat beberapa anggota DPD Golkar di antaranya 10 DPD II Provinsi Maluku dan DPD II Cirebon.

Pemecatan ini diduga karena mereka mendukung Bambang Soesatyo untuk maju dalam Musyawarah Nasional Golkar mendatang.

Ketua DPD II Golkar Tingkat Maluku dan Cirebon mengadukan hal ini kepada Bambang Soesatyo atau Bamsoet di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat kemarin (12/7/2019).

Dalam pertemuan itu, mereka menceritakan kasus pemecatan 10 DPD II Maluku oleh DPD I disebabkan mendukung Bamsoet.

Ketua DPD II Golkar Cirebon, Jawa Barat, Toto Sunarto mengungkapkan, ia merasa alasan pemecatannya terkesan dibuat-buat.

“Pada saat undangan halal bihalal di Jawa Barat, disuruh bawa cap, kemudian kami semua yang datang untuk mendukung Airlangga. Mekanisme-mekanisme ini yang saya kira sudah hilang. Kalau cara-cara seperti ini dibuat saja kerajaan,” ujar Toto dikutip Merdeka.com.

Sementara itu, Bamsoet sendiri menantang Airlangga untuk memecat dirinya sebagai Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar.

“Kenapa enggak saya aja yang di-Plt? dipecat, kan gitu. Karena sayalah sumber daripada kawan-kawan dipecat,” kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (12/7), masih dikutip Merdeka.com.

Airlangga Hartarto sendiri menanggapi tuduhan pemecatan DPD II Maluku karena sikap otoriter pengurus Golkar.

Ia membantah pemecatan itu dilakukan atau berdasar arahan DPP Golkar. Di Golkar sendiri, katanya ada mekanisme struktur ogrganisasi. Baginya pemecatan itu adalah urusan DPD I Maluku sendiri.

“Mereka (10 Ketua DPD II Partai Golkar di Maluku) ada kasus spesifik (terkait hasil Golkar di Pemilu 2019) lainnya,” kata Menteri Perindustrian itu Jumat (12/7) kemarin dikutip CNNIndonesia.com.

Sebelumnya, pengurus DPD I Partai Golkar Maluku menggelar rapat evaluasi hasil pemilu 2019 di Ambon pada Selasa (9/7/2019) lalu. Rapat hanya dihadiri sejumlah pengurus Partai Golkar. Dalam rapat ini bentuk tim 15 yang diketuai oleh Richard Rahakbauw.

Rapat tersebut mengambil keputusan untuk memecat 10 Ketua DPD II Partai Golkar di Maluku. Rapat tersebut tidak dihadiri oleh ketua dan sekretaris DPD I Partai Golkar.

Ketua Bidang Kaderisasi DPD Partai Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy yang ikut dalam rapat tersebut mengatakan, rapat evaluasi yang berujung pemecatan terhadap 10 Ketua DPD Golkar itu telah dikonsultasikan pada DPP Partai Golkar. Menurutnya, pemecatan dilakukan karena dari hasil evaluasi 10 Ketua DPD II Partai Golkar tidak bekerja maksimal dalam mendongkrak suara partai pada pemili 17 April 2019 lalu. ***