Daftar 88 Kota yang Tarif Ojolnya Naik Mulai Jumat Kemarin

Ojol Detik
Foto: Detik.com

WIRANESIA.ID- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan tarif ojek online (ojol) mulai, 9 Agustus 2019 pukul 00.00 WIB kemarin. Tarif baru ojek online yang semula diterapkan di 45 kota (perluasan tahap I dan II) akan semakin melebar menjadi 123 kota, dengan tambahan 88 kota baru (perluasan tahap III).

Direktur Angkutan Jalan dan Multimoda Kemenhub Ahmad Yani mengatakan progress kebijakan ini sudah kurang lebih 80 persen, dengan sisanya diselesaikan Bulan September mendatang.

“Kita targetkan 100 persen di bulan September, ” kata Ahmad Yani di Kementerian Perhubungan, Kamis (8/8/2019) lalu.

Yang ironi terkait dengan kenaikan tarif ini adalah ihwal nasib para driver (sopir)-nya.
Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksana dinukil dari Detikfinance menyebutkan, meski tarif naik, pendapatan drivernya belum tentu naik. Penyebabnya, kata Igun adalah membludaknya jumlah driver ojol.

“Jadi kalau kenaikan pendapatan relatif ya, tarif oke naik. Sekarang ini keluhan kita kebanyakan driver yang sebabkan persaingan jadi ketat. Kami ini kelebihan supply pengemudi, supply demand nggak imbang,” ungkap Igun Jumat (9/8).

Igun lebih lanjut mengungkapkan, para driver meminta pihak Kemenhub untuk membatasi penerimaan driver ojol.

“Kita minta Kemenhub atur penerimaan kuota jumlah pengemudi pada setiap daerah. Diharapkan ya diatur moratorium pembatasan jumlah kuota pengemudi,” pungkas Igun.

Berikut daftar kota yang tarif Ojolnya naik:

Zona I meliputi Jawa (di luar Jabodetabek), Sumatera, Bali
Kota Sabang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Kota Tanjung Pinang, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Kisaran, Kabupaten Asahan, Kabupaten Karo, Kabupaten Toba Samosir, Kota Tanjung Balai, Kota Padangsidempuan, Kota Padang Lawas Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kota Tebing Tinggi, Kota Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Batang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Purworejo, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banjarnegara.

Selanjutnya Kabupaten Purbalingga, Kota Salatiga, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Subang, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur

Berikutnya Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Jepara

Zona II wilayah Jabotabek

Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan Maluku)
Daerah-daerah yang masuk Zona Tiga adalah: Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Palopo, Kota Tarakan, Kota Ternate, Kota Sorong, Kabupaten Merauke, dan Kota Pare-Pare.

Itulah 88 daerah atau kota yang tarif ojolnya naik. ***