Bupati Inhu, Yopi Arianto, Ngopi di “Pondok Ijo” Jalan Hang Tuah

Pondok Ijo
"Pondok Ijo", usaha kuliner Zulfan Heri yang terdapat di Jalan Utama, Hang Tuah, dikunjungi Bupati Inhu Yopi Arianto

WIRANESIA.ID- Pada Rabu (28/8/2019) kemarin suasana “Pondok Ijo” di Jalan Hang Tuah Kota Pekanbaru berbeda dengan hari biasanya. Pada sore hari itu “Pondok Ijo” yang terdapat di Jalan Utama, Hang Tuah (simpang BPG) itu kedatangn tamu istimewa, yakni Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H. Yopi Arianto SE.

Di “Pondok Ijo” Yopi terlihat ngopi dan mencecap beberapa menu yang tersedia di “Pondok Ijo”. Suasana sore jelang magrib itu berlangsung santai disertai canda–tawa.

Ikut mendampingi Yopi, Kabag Protokol Kabupaten Inhu, Supandi. Selain itu, nampak pula mantan anggota DPRD Riau, Zulfan Heri yang sekaligus pemilik Rumah Makan “Pondok Ijo” Jalan Hang Tuah. Hadir pula Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Inhu, Ibrahim. Dari kalangan pers hadir Ketua Wartawan Parlemen Riau (WPR), Edi Gustien.

Ketika dimintai tanggapannya terkait dibukanya “Pondok Ijo” ini, Yopi mengatakan, usaha ini jelas sebagai variasi atau salah satu pilihan kuliner yang tepat di Pekanbaru. Apalagi pelayanan di “Pondok Ijo” sangat memuaskan. Selain itu, kata Yopi Pondok Ijo juga menyediakan makanan-makanan khas kesukaan pencinta makanan, dimana yang spesial dari “Pondok Ijo” adalah sambal hijau khasnya.

Disinggung terkait pemilik “Pondok Ijo”, yakni Zulfan Heri yang “berani” membuka usaha kuliner, Yopi mengatakan, itu adalah contoh bagi para politisi dan para tokoh lainnya di Riau dan Nasional.

Bupati Yopi Arianto (kedua kanan), bersama Zulfan Heri (ketiga kanan), Edi Gustien, (kedua kiri), serta Supandi (paling kanan) sedang menikmati menu makanan “Pondok Ijo”

“Bang Zulfan memberi contoh kepada para politisi lain dengan membuka usaha kuliner. Para politisi seharusnya melihat ini, jangan hanya pandai menghujat,” ujar Yopi Arianto.

Yopi lebih lanjut mengatakan, ia merasa senang bisa ngopi dan mencicip menu “Pondok Ijo”.

“Ya, saya ikut senanglah bisa mencicip makanan di sini,” kata Yopi.

Kepada Wiranesia, Yopi menyinggung pula tentang kepemimpinannya di Inhu, yakni sebagai bupati. Yopi mengatakan, salah satu ide dari Zulfan Heri yang diwujudkan di Inhu, yakni terkait Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Yopi menuturkan, gagasan Zulfan tentang MDTA itu ia lontarkan pada tahun 2014 lalu, dan langsung dieksekusi oleh Yopi sendiri dengan mewisuda santri MDTA di Inhu saban tahunnya. Terbukti pada awal Agustus kemarin juga dilakukan wisuda sebanyak 6521 santri MDTA di kabupaten yang tenar dengan tokoh Raja Narasinganya itu.

“Saya berharap beliau (Zulfan Heri) tetap sehat. Semoga bisa membuka warung-warung pecel lele lainnya,” harap Yopi.

Yopi juga bercerita, dimana Zulfan Heri adalah penasihat politiknya selama ini. “Beliau selama ini memberikan contoh, memberikan masukan-masukan buat saya. Yang penting Bang Zulfan itu berbuat,” tukas Bupati yang pernah kuliah di Yogyakarta ini.

Kehadiran Yopi Arianto di “Pondok Ijo” kemarin selain mendiskusikan dunia kuliner juga membincangkan perpolitikan dan isu-isu mutakhir di Riau dan nasional. Para tokoh yang hadir termasuk Yopi nampak santai membicarakan politik. Terkadang, diskusi ini disertai pula dengan candaan dan tawa. Tidak ada ketegangan yang nampak sebagaiamana dunia politik umumnya.

Yopi sendiri, menurut penuturan Zulfan Heri, juga sebagai penggiat kuliner.

“Yopi itu selain politisi, ia juga pencinta kuliner,” kata Zulfan yang disebut-sebut akan maju sebagai Calon Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2020 nanti. ***