Demi Jaga Persatuan dan Kondusivitas, 32 Paguyuban di Pelalawan Berkumpul Kamis Besok

IMG-20190925-WA0001
Foto: Wiranesia.id

WIRANESIA.ID- Pangkalan Kerinci- 32 Paguyuban yang terdiri dari berbagai suku dan agama di Kabupaten Pelalawan tetap berkomitmen menjalin kerukunan, menjaga persatuan, serta kondusivitas daerah Kabupaten Pelalawan. Hal ini disampaikan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Pelalawan, Tengku Nahar MSi, Selasa (24/9) kepada wartawan di Pangkalan Kerinci.

FPK merupakan wadah berhimpun paguyuban-paguyuban yang ada di Kabupaten Pelalawan. “Di Kabupaten Pelalawan ada 32 paguyuban, terdiri dari berbagai suku-suku dan agama, bersatu di FPK dan berkomitmen selalu menjaga silaturrahmi dan kerukunan,” ungkap T. Nahar yang juga ketua Lembaga Adat Melayu Pesisir ini.

Dijadwalkan pada Kamis 26 September 2019, FPK akan melakukan pertemuan silaturahmi 32 paguyuban di Hotel Grand Pangkalan Kerinci.

“Tujuan pertemuan adalah dalam rangka bersilaturahmi agar kerukunan tetap terjalin serta persatuan dan kesatuan semakin terbina. Karena pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta kondusivitas daerah, bangsa dan negara. Agar tidak mudah untuk diadu domba, hal ini sangat penting tentunya dari pemberitaan, informasi yang benar tidak hoaks. 32 paguyuban ini sangat komit menjaga kerukunan dan kondusivitas” ujarnya.

Dikatakannya bahwa Kabupaten Pelalawan sangat berbhinneka tunggal ika.

“Kabupaten Pelalawan sangat menjunjung kebhinnekaan. Nah itu juga ditunjukkan FPK dalam kegiatan ulang tahun Kabupaten Pelalawan pada bulan Oktober mendatang. Semua suku terdiri dari keragaman golongan dan agama menampilkan ciri khas budaya dan adat masing masing suku. Kita beragam dan bersatu menjadi masyarakat Kabupaten Pelalawan negeri berbudaya seiya sekata,” pungkas Tengku Nahar.

“Kita di Pelalawan ada 32 paguyuban dan alhamdulillah Pelalawan aman, tertib, tidak ada konflik. Kondusivitas tetap terjaga dengan mengedepankan kebersamaan, sehingga Pelalawan aman,” jelasnya lebih lanjut.

Dengan adanya komunikasi dan silaturrahmi 32 paguyuban berbagai kekurangan dapat saling mengisi serta terjalin kekompakan. Dengan kekompakan masyarakat yang kondusif sehingga memudahkan program pemerintah melaksanakan pembangunan. “Dengan kondusivitas masyarakat kompak, program pembangunan pemerintah dapat berjalan. Karena pembangunan berjalan untuk kepentingan masyarakat. Dalam FPK semua tetap berkoordinasi dan komunikasi untuk tetap dalam situasi kondusif,” bebernya. ***