Karhutla PT Gandaerah Hendana Kerumutan, Pelalawan, Ditangani Bareskrim Polri

IMG-20190926-WA0103
Karhutla PT Gandaerah Hendana Dusun Eka Kuning, Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Foto: Wiranesia.id

WIRANESIA.ID- Setelah PT SSS dan PT Adei Plantation mengalami kebakaran hutan dan lahan, PT Gandaerah Hendana yang telah berubah nama menjadi PT Samsung juga mengalami karhutla. Tim Bareskrim Polri telah melakukan pengecekan lokasi Selasa (24/9/2019) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Kedatangan Bareskrim ke PT Gandaerah Hendana dibenarkan Wakapolres Pelalawan Kompol Rezi Dharmawan SIk kepada wartawan Kamis (26/09) di Mapolres Pelalawan.

“Karhutla yang terjadi di PT Gandaerah Hendana sudah dalam penanganan Bareskrim. Sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Ada sekitar 0.7 hektar yang terbakar. Untuk lebih informasi lebih lanjut, silakan ke kasatreskrim,” kata Wakapolres.

Kasatreskrim Polres Pelalawan AKP Teddy Ardian SIk menyatakan belum mengetahui hasil pengecekan bareskrim. Kebakaran di PT Gandaerah Hendana telah ditangani Bareskrim Polri.

“Waduh Bareskrim yang cek TKP kemarin, hasilnya belum tahu saya,” ujarnya menjawab konfirmasi wartawan.

Ketika kunjungan Tim Wasriksus Karhutla Mabes Polri di Mapolres Pelalawan Rabu 25 September 2019 dan melakukan kunjungan supervisi dan asistensi penanganan karhutla.

“Penanganan kasus karhutla yang terjadi menjadi atensi Mabes Polri. Supervisi dan asistensi dilakukan agar penanganan karhutla berjalan transparan. Dan mengutamakan pencegahan daripada penanggulangan. Upaya-upaya yang dilakukan pada pencegahan, penanggulangan, dan penindakan kita jalankan,” ujar Kombes Pol Drs.Lukas Arry Dwiko Utomo, salah satu Tim Wasriksus Karhutla Mabes Polri.

Mengenai PT Gandaerah Hendana, Tim Bareskrim masih melakukan pendalaman terkait karhutla yang terjadi. Juga akan memeriksa saksi-saksi dan mengambil barang bukti karhutla. Jika ada dugaan melanggar hukum dari tanggung jawab perusahaan dan kelalaiannya akan diproses lebih lanjut.

Kapolres Pelalawan AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIk MSi yang baru bertugas hari pertama pada Rabu 25 September 2019 berjanji akan mengecek kasus PT Gandaerah Hendana. ***