Tim Wasrik Karhutla Mabes Polri Cek Penanganan Karhutla Polres Pelalawan

Pllw Polri 1
Tim Wasrik Karhutla Mabes Polri Supervisi dan Asistensi di Kabupaten Pelalawan kemarin (25/9/2019). Foto-foto: Wiranesia.id

WIRANESIA.ID- Tim Pengawasan Pemeriksaan (Wasrik) Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) Mabes Polri mengunjungi Mapolres Pelalawan Rabu (25/9/2019) di Pangkalan Kerinci. Kunjungan Ketua tim Kombes Pol Drs.Syahri Gunawan MH MM, didampingi Kombes Pol Drs.Lukas Arry Dwiko Utomo, Kombes Pol Wawan Munawar, Sik dan, AKBP Andrie Rondonuwu SIk. Kedatangan tim wasrik didampingi Karoops Polda Riau Kombes Pol Drs Rachmat Widodo, AKP Firdaus Anggota Itwasda Polda Riau.

Rombongan disambut Kapolres Pelalawan AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIk MSi di hari pertama bertugas memimpin Polres Pelalawan. Bersama Wakapolres Kompol Rezi Darmawan, Kabag Ops Kompol Daud Sianturi SSos MM, dan pejabat utama (PJU) Polres Pelalawan.

AKBP Muhammad Hasyim Risahondua sebelumnya bertugas di Kapolres Kabupaten Rokan Hulu Riau dan menjabat Kapolres Pelalawan menggantikan AKBP Kaswandi Irwan SIk yang pindah tugas menjadi Wakil Direktur Resesrse (Wadirres) Narkoba Polda Jambi.

Kedatangan tim wasrik karhutla mabes Polri Rabu 25 September 2019 menambah catatan kunjungan petinggi-petinggi Polri dari Jakarta. Rombongan Kapolri Jend M Tito Karnavian sudah tiga kali bertandang, termasuk pada saat kunjungan Rombongan Presiden Jokowi di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan 17 September 2019 lalu.

Kunjungan petinggi-petinggi Mabes Polri dan Polda Riau dikarenakan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan. Padahal karhutla di Kabupaten Pelalawan Riau bukanlah terparah di Riau. Dan Provinsi Riau bukan pula karhutla terparah di Indonesia.

Namun dengan kunjungan tim wasrik Mabes Polri ini semoga menjadikan kabupaten Pelalawan bebas dari karhutla minimal kejadian karhutla semakin minim dan segera dapat diatasi.

Tim wasrik melakukan rapat
Supervisi dan Asistensi Penanganan Karhutla dipimpin tim wasrik di Ruang Data Polres Pelalawan. Kapolres, Wakapolres, dan seluruh PJU ikut mendengar supervisi dan asistensi tim wasrik.

Tim wasrik juga melakukan kegiatan kunjungan lokasi karhutla untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan polres dan jajaran, juga apa yang harus dilakukan di lapangan terkait pencegahan dan penanggulangan.

“Tim ini juga melakukan supervisi dan asistensi terkait kegiatan yang dilakukan polres dan jajaran. Apa upaya yang dilakukan di lapangan terkait pencegahan dan penanggulangan, kordinasi dengan instansi terkait. Juga terkait penanganan kasus kasus hukum karhutla,” ujar Kombes Pol Drs. Lukas Arry Dwiko Utomo di sela sela peninjauan lapangan.

Tim wasrik juga meninjau lokasi bekas terbakar yakni melakukan pengecekan karhutla di lokasi di KM 11 Jalan Koridor PT. RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Lokasi bekas karhutla lebih kurang 170 hektar milik KUD Tani Tuah Negeri dan kebun masyarakat Desa Rantau Baru dan Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Tim memeriksa kultur tanah gambut, dan mencongkel tanah gambut yang mengeluarkan asap. “Lahan gambut ini, dicongkel berasap dan jika tidak ada pendinginan atau penyiraman atau hujan terus menerus berasap,” kata Lukas.

Pllw Polri
Tim Wasriksus Karhutla Mabes Polri lakukan cek lokasi di Kabupaten Pelalawan.

Tim juga meninjau upaya pembuatan kanal bloking sebagai upaya pencegahan dan mempermudah penanggulangan jika terjadi karhutla. “Kanal bloking yang dibangun untuk menahan air. Agar lahan gambut tidak kering. Dan jika terjadi karhutla dapat segera diatasi jika ada air,” jelasnya.

Sulitnya air di lokasi karhutla juga disaksikan tim wasrik. “Air sangat sulit didapat di lokasi karhutla. Untuk itu kanal bloking dan embung harus dibangun dan dirawat. Agar karhutla tidak terjadi lagi. Setiap polsek-polsek harus menginventarisir jumlah kanal bloking dan embung yang ada. Jika ada karhutla juga dapat segera teratasi,” sebutnya.

Mengenai koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait dan pelaku usaha harus jelas. “Apa saja kewajiban dan tanggung jawab berbagai instansi harus kordinasi secara transparan. Mabes Polri sangat atensi terkait karhutla yang terjadi. Tim ini menggali informasi peran dari pemerintah, dan instansi lain, pelaku usaha,” kata Lukas.

Usai peninjauan lapangan lokasi-lokasi karhutla, tidak terlihat lagi api, hanya asap tipis saja, dan aparat masih melakukan penyiraman untuk proses pendinginan. Tim wasrik selanjutnya melakukan rapat bersama rombongan di Mapolsek Pangkalan Kerinci di ruang Kapolsek AKP Novaldi SSos MSi. ***