Ditemukan Bukit Piramida di Kuansing, Diduga Peninggalan Kerajaan Melayu Kuno

Arkeolog Kuansing Hendra S Jaya
Bukit Piramida di Desa Pantai, Kuantan Mudik, Kuantan Singingi. Foto-foto: Riaupos.co

WIRANESIA.ID- Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menyimpan banyak peninggalan masa lalu. Apalagi ada beberapa kerajaan Melayu yang bertakhta di kabupaten yang tenar dengan Pacu Jalurnya ini. Sejak awal bulan ini, Kuantan Singingi mendapat perhatian beberapa pihak saat ditemukannya bukit Piramida di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik.

Piramida itu diduga ada kaitannya dengan Kerajaan Melayu masa lalu yang berada di Kuansing, yakni Kerajaan Pinang Merah dan Kandis.

Selain Bukit Piramida, dijumpai pula batu nisan di kawasan Pasar Pantai. Bertambah hebohlah masyarakat setempat.

Piramida Kuansing ini ditemukan oleh seorang pemuda yang hobi memotret lewat drone, Hendra S Jaya. Ia menemukan bukit nan unik ini saat membuat profil Desa Pantai. Ia saat itu kaget karena tak disangka-sangkanya penemuan itu.

“Awalnya biasa saja. Tapi setelah dilihat berulang kali video yang diambil itu, ternyata ada yang aneh. Bukitnya kok seperti ini. Seperti piramid,” ujar Hendra dikutip Riaupos.co.

Menurut arkeolog dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Dr Herwandi Mhum, dilihat dari bentuknya, batu nisan ini merupakan peninggalan abad ke-18 Masehi. Namun, ini harus diteliti lebih lanjut lagi. Melihat fakta lapangan dan lain sebagainya.

“Kalau bentuk nisan mirip dengan nisan tipe Aceh yang diproduksi pada abad ke-18,” ujar Herwandi masih dinukil Riaupos.co.

Arkeolog Kuansing
Pjs Desa Pantai Idson (dua kanan), Ketua RTH PIU Jufri Antoni (kanan) Hendra S Jaya (dua kiri), Kasi Destinasi Pariwisata Disbudpar Kuansing Nasjuneri Putra memperlihatkan batu nisan yang ditemukan.

Dari pantauan Riau Pos di lapangan, kawasan ditemukannya Bukit Piramida ini agak jauh menjorok ke dalam. Desa Pantai harus ditempuh sekitar 3 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat. Medannya tidaklah mudah, harus melewati hutan, tebing yang curam, dan sampai di lokasi harus berjalan kaki lebih kurang 700 meter. Tentu saja bukit yang terjal harus didaki.

Simpang menuju kawasan ini berada tepat sebelum Pasar Lubuk Jambi, Kuantan Mudik. Dan bisa diakses dengan kendaraan roda empat dan roda dua.

Dari website Kuansing.go.id dilaporkan,  Bupati Kuansing, Mursini, juga sudah meninjau dan mendaki  lokasi Bukit Piramida ini pada tanggal 12 September 2019 lalu.  Ia meminta polsek dan camat di sana untuk menjaga peninggalan berharga itu.

Selain itu, Mursini juga berjanji akan menyurati Gubernur atau Dinas  Provinsi terkait, agar Gubernur bisa meminta Tim Arkeologi dan Kepurbakalaan meneliti Bukit Piramida ini. ***