Dua Kali Tender Tak Penuhi Syarat, Empat Proyek PUPR Pelalawan Dibatalkan

WIRANESIA.ID- Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan Riau, Hardian Saputra, menjelaskan terkait dibatalkannya empat proyek fisik 2019.

“Pokja akhirnya membatalkan empat proyek fisik. Karena sudah dua kali lelang, hasilnya tak ada yang memenuhi syarat. Mengingat tenggang waktu sudah tak memungkinkan. Keputusan dibatalkan. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan sudah disurati untuk pemberitahuan,” jawab Hardian kepada wartawan Ahad (6/10/2019) di Pangkalan Kerinci.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan Riau telah menyurati, membatalkan proses tender empat paket proyek pembangunan fisik tahun 2019 itu.

“Pelelangan di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan dibatalkan saat prosesnya sedang berjalan. Bagian PBJ Setdakab menerima surat pembatalan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR jelang pengumuman pemenang. PPK mencantumkan alasan untuk tidak jadi menenderkan proyek pembangunan yang seharusnya dilaksanakan itu,” jawab Arif Rifani S.Sos membenarkan surat PUPR.

Dikatakan Arif, “Kami menerima surat dari PPK untuk membatalkan lelang. Surat dikirimkan menjelang pengumuman pemenang di antara rekanan peserta tender,” terang Kepala BPBJ Setdakan Pelalawan, Arif Rifani S.Sos, kepada wartawan.

Arif Rifani merincikan, empat paket proyek yang tendernya dibatalkan jelang pengumuman pemenang senilai Rp 8,5 miliar, yakni:

Pertama paket pembangunan jembatan Trimulya Jaya ke Air Hitam, Kecamatan Ukui, dengan pagu anggaran Rp7 miliar. Kedua pembangunan Rumah Suluk Kecamatan Teluk Meranti Rp 691 juta. Ketiga, pembangunan turap batas tanah Masjid Ulul Azmi Rp491 juta, dan Keempat pembangunan rumah suluk Kecamatan Pangkalan Kuras senilai Rp498 juta.

Dalam surat yang diterima BPBJ, PPK Dinas PUPR beralasan jika pembatalan dilakukan mengingat waktu pelaksanan pekerjaan tidak memungkinkan lagi untuk tender ulang. Karena sudah dua kali melakukan proses tender. ***