Setelah Periksa Kesehatan, HM Yunus K, Mantan Kades Sering, Pelalawan, Ditahan Kejari

Kejari Pelalawan...
Kejari Pelalawan, Nophy T Suoth SH MH

WIRANESIA.ID- Pangkalan Kerinci- HM Yunus K mantan Kepala Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Selasa (8/10), setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat. Penahanan HM Yunus dilakukan di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, untuk mempermudah penyidikan. Hal ini disampaikan Kejari Pelalawan Nophy T Suoth SH MH, melalui Kasipidsus Andre Antoni SH di Kantor Kejaksaan.

HM Yunus K tersangkut kasus Tindak Pidana Korupsi atau Tipikor SKGR di Riau. Penyidik polisi melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan sebagai tahap dua.

“Polres Pelalawan melimpahkan tahap dua kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Desa (Kades) Sering, HM Yunus K oleh Satreskrim setelah berkas perkara korupsi itu dinyatakan lengkap atau P21,” ujar Kasatreskrim Polres Pelalawan AKP Teddy Ardian SIK.

“Berdasarkan hasil penyidikan kita, tersangka HM Yunus menerima gratifikasi dan melakukan pemerasan dalam jabatan dalam penerbitan SKGR di Desa Sering. Dua bulan lalu sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sekarang dilimpahkan ke Kejaksaan,” jelas Teddy Ardian SIK.

Diuraikannya, awal kasus dilaporkan oleh warga bernama Jefridin sebagai korban pemerasan oleh tersangka HM Yunus.

Pada tahun 2014 lalu korban ingin mengurus SKGR lahannya kepada Yunus yang saat itu menjabat sebagai Kades Sering. Tapi saat itu dipersulit pengurusannya oleh pelaku.

Namun pelaku membuat surat kesepakatan dan biaya administrasi sebesar Rp 2 juta untuk satu persil. Sedangkan SKGR yang diurus sebanyak 100 persil. Artinya korban harus membayar Rp 200 juta agar seluruh surat tanah itu diterbitkan tersangka.

Korban pun menyanggupinya dan menyerahkan 50 persen atau Rp 100 juta kepada tersangka sebagai uang administrasi. Setelah ditunggu-tunggu, ternyata SKGR yang dimaksud tak kunjung selesai. Korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Pelalawan.

“Kita menyita satu lembar kwitansi serah terima uang, surat kesepakatan, 100 rangkap SKGR dan dokumen lainnya,” tambah Kasat Teddy.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak menahan Yunus lantaran pertimbangan kondisi kesehatan serta umurnya yang sudah uzur. Hingga dilakukan pelimpahan tahap ll ke kejaksaan agar proses hukumnya dilanjutkan.

Tersangka HM Yunus K diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sebagai penyelenggara negara secara melawan hukum dengan menyalahgunakan kekuasaannya yakni memaksa seseorang membayar SKGR. Melanggar UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. ***