16 Desa di Kampar Kiri Hulu Belum Teraliri Listrik dan Terisolir

pkl Serai
Desa Pangkalan Serai, Kampar Kiri Hulu. Foto: Datariau.com

WIRANESIA.ID- Sebanyak 16 desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu masih belum menikmati listrik dari PLN pada tahun 2019 ini dan termasuk dalam kategori desa tertinggal di Kabupaten Kampar.

Pada tahun ini pemerintah Kabupaten Kampar baru mengagendakan pembangunan jalan akses antar desa dan jembatan di sejumlah desa terisolir di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Pembangunan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Kampar di Kecamatan tersebut baru dijalankan tahun ini setelah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menyetujui rencana pembangunan yang akan dilakukan Pemkab Kampar.

Demi mewujudkan seluruh desa di Kabupaten Kampar teraliri listrik, Pemkab Kampar menggelar pertemuan bersama PLN dan BBKSDA Riau di Kantor BBKSDA Riau.

Pertemuan yang dilakukan tersebut membahas tentang implementasi penyediaan listrik di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang akan dilakukan.

“Sengaja kita duduk bersama untuk mendiskusikan program ini karena semuanya saling berkaitan, antara pemerintah kabupaten, BBKSDA, serta PLN,” ujar Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto.

Ia berharap apa yang di upayakan akan segera terwujud karena implementasi tersebut menjadi salah satu yang sangat dibutuhkan masyarakat

Catur menyampaikan, dengan suksesnya program tersebut di implementasikan, diharapkan ke depannya tidak ada lagi desa di Kabupaten Kampar, khususnya di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang tidak teraliri listrik.

Manager Perencanaan PLN Wilayah Riau, Agustian mengatakan dari 242 desa di Kabupaten Kampar, masih ada 16 desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang belum menikmati listrik PLN.

Sejalan dengan program listrik masuk desa dari PLN, upaya penyediaan listrik di desa-desa tersebut diupayakan untuk diintegrasikan dengan PLN pusat.

“Semoga sebelum berakhirnya tahun 2019, 16 desa tersebut bisa dialiri listrik. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah Kampar dan dukungan dari BBKSDA Riau karena dari 16 desa tersebut, 13 di antaranya dikelola oleh BBKSDA Riau, semoga izin prinsipnya cepat keluar,” ucapnya.

Ia mengatakan penyediaan listrik tersebut tidak akan menunggu sampai akhir tahun.

Dijelaskan dari 16 desa tersebut rata-rata pencapaian progres sudah diangka 30 persen baik material dan lainnya dan ada 4 desa yang kondisinya fisiknya sudah mencapai 100 persen yang InsyaAllah akan segera dilakukan pengisian tegangan.
Tribunpekanbaru.com. ***