Duterte Angkat Kepala Polisi Kontroversial: Anda Bebas Membunuh….

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (kiri) dan Letnan Kolonel Jovie Espenido. Foto: Sunstar

WIRANESIA.ID- MANILA- Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengangkat seorang perwira polisi senior yang kontroversial menjadi kepala polisi di kota Bacolod. Komandan polisi bernama Letnan Kolonel Jovie Espenido ini sebelumnya terlibat dalam perang anti-narkoba yang menyebabkan dua wali kota tewas.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin bisnis di Manila pada Kamis malam, Duterte mengatakan Espenido harus melaksanakan apa yang dia sebut sebagai “perang melawan narkoba” di kota Bacolod, sebuah kota era Spanyol dengan populasi lebih dari 560.000.

“Bacolod sangat terpukul (oleh narkoba) sekarang. Saya menempatkan Espenido di sana. Saya bilang, ‘Pergi ke sana dan Anda bebas untuk membunuh semua orang’. Son of bitch, mulailah membunuh di sana,” lanjut Duterte dalam bahasa campuran Filipina dan Inggris.

Terlepas dari peringatan bahwa ia dapat dituntut karena pernyataannya di depan umum tentang pembunuhan tersangka narkoba dan perang mematikan dalam pemberantasan narkoba, Duterte telah berulang kali mencela komunitas internasional dan kelompok hak asasi manusia.

Presiden Duterte juga menyatakan bahwa dia tidak peduli dengan hak asasi manusia. Dia bahkan mengeluarkan perintah tembak jika tersangka narkoba menolak ditangkap.

Pada hari Jumat, Karen Gomez Dumpit dari Komisi Hak Asasi Manusia Filipina mengutuk pernyataan terbaru Duterte. Dia mengatakan bahwa presiden telah memungkinkan untuk melanjutkan pelanggaran hak asasi manusia yang terus-menerus di Filipina.

“Itu bukan jenis bahasa yang ingin kita dengar dari presiden,” kata Dumpit kepada Al Jazeera, yang dilansir Sabtu (19/10/2019). Dia berharap warga Bacolod untuk mengekspresikan kemarahan atas penunjukan Espenido sebagai komandan polisi yang beroperasi di Bacolod.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, juru bicara Kepolisian Filipina Brigadir Jenderal Bernard Banac mengatakan penunjukan Espenido dipandang sebagai penekanan pada janji kampanye Duterte untuk memberantas narkoba. Dia berdalih bahwa pernyataan terbaru Duterte hanya pernyataan hiperbola. Sindonews.com. ***