Band Hulubalang Kucing Itam, Pelalawan, Resmi Distribusikan Karya ke Pasar Musik Dunia

Hl Balang Rilis
Band Hulubalang Kucing Itam akhirnya bisa menempatkan karya-karyanya ke 40 Platform Digital Music Store Dunia. Foto-foto: Dok Hulubalang Kucing Itam

WIRANESIA.ID- Sorek- Band “Hulubalang Kucing Itam” lahir dari acara kelurahan, dapat sebutan “Band Kampung”, main dari panggung ke panggung rakyat di seputaran Pelalawan. Namun, meski dilabeli begitu, band asal Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan, ini mampu menembus pasar global pendistribusian karya musik ke seluruh dunia.

Setelah berdiri pada tahun 2018, Band “Hulubalang Kucing Itam” akhirnya bisa menempatkan karya-karya mereka ke 40 Platform Digital Music Store Dunia. Nantinya, siapa pun bisa mengakses lagu-lagu band yang selalu mengangkat budaya Melayu Riau khususnya keseharian orang Petalangan ke dalam lagu-lagunya ini. Demikian disampaikan gitaris “Hulubalang Kucing Itam”, Taufik Akbar, di Sorek, Pelalawan, Jumat (25/10/2019).

“Siapa pun bisa mendengar atau membeli lagu-lagu “Hulubalang Kucing Itam” via Joox, Itunes, Spotify dan lainnya. Hal ini sebagai bentuk support pada kegiatan positif penggiat seni musik lokal,” kata Taufik Akbar.

Menurut Taufik, mulai Minggu, 27 Oktober 2019 besok, album pertama dari “Hulubalang Kucing Itam” yang bertitel “BUKAK LANGKAH” akan dirilis secara resmi di 40 Paltform DIGITAL MUSIC STORE.

Adapun album “Bukak Langkah” ini berisi 6 buah lagu, yaitu: “Bujang Sial”, “Lum Tontu Lagi do”, “7 Gelombang Hantu (Lagu Bono)”, “Senandung Gadie Kampung”, “Besar Kepala”, dan “Negeri Para Ketua”.

Taufik lebih lanjut menjelaskan, album “Bukak Langkah” ini lahir dengan rasa Unplugged Rock, yang dapat sentuhan-sentuhan kental musik Melayu, latin, country, dan lainnya.

h Balang Okt 1
Personel Hulubalang Kucing Itam

“Ini tipikal musik modern yang kental nada-nada Melayu di dalamnya. Ini bentuk musik yang lebih didengar di kalangan muda, sehingga “kearifan lokal” tentang masyarakat Melayu yang terkenal dengan syair dan sajaknya, kembali terangkat oleh lagu-lagu yang ada di album “Bukak Langkah” ini,” tutur Taufik antusias.

Bagi Taufik, mereka hanya ingin menunjukkan tentang adanya nilai-nilai edukasi budaya di dalam karya seni yang kemudian bisa didistribusikan ke seluruh dunia, sehingga budaya dalam bentuk lagu tersebut nantinya beredar secara luas dan bisa dinikmati oleh segala kalangan.

Taufik juga berfilosofi dimana album “Bukak Langkah” ini diharapkan menjadi momentum terbaik untuk kembali membuka langkah dalam pengenalan nilai seni dan budaya di tanah Melayu, khususnya Pelalawan.

“Langkah ini diharapkan menoreh sejarah dalam dunia kesenian Pelalawan, khususnya industri musik lokal, bahwasanya band yang berasal dari kampung kecil sekalipun, tetap mempunyai kesempatan yang sama dengan band yang ada di kota lain. Dan bisa dipastikan “Hulubalang Kucing Itam” adalah band pertama dari Pelalawan yang karyanya bisa dinikmati di seluruh dunia melalui digital music store,” ujar Taufik yang juga pimpinan Band “Hulubalang Kucing Itam” ini.

Harapan Kepada Pemerintah

Kepada pemerintah khususnya Pemkab Pelalawan, Taufik berharap pengelolaan terhadap industri kreatif dan kesenian di Pelalawan agar lebih diperhatikan lagi. Ia menginginkan para penggiat seni lebih diberi ruang untuk mempresentasikan karya-karya berbau lokal mereka.

“Para talenta lokal di bidang seni yang ada di Kabupaten Pelalawan mestinya diperhatikan oleh pemerintah, jangan hanya ngurus bidang politik saja,” kata Taufik tegas.

Band “Hulubalang Kucing Itam” digawangi Taufik Akbar dan Ojik (di gitar), Iman (vokal), Emen (bass), serta Eki (perkusi).

Semua penikmat “Hulubalang Kucing Itam” bisa memiliki album “Bukak Langkah” dengan langsung mendownload lagu mereka pada 40 aplikasi yg telah ditentukan. Untuk Apple (iTunes) dan beberapa platform lainnya, para pendengar harus membeli lagu tersebut senilai Rp.7000,-/lagu, sementara di Joox dan beberapa platform lain, karya tersebut bisa didownload secara gratis. (Drw). ***