Bangunan Pasar Modern Sorek Sampai Sekarang Belum Difungsikan

Pasar Modern Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan

WIRANESIA.ID- Pembangunan Pasar Modern Sorek yang berada di sisi Jalan Lintas Timur, Kota Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan, melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN) tahun 2015, sudah lama rampung. Bahkan sudah diresmikan Bupati Pelalawan HM Harris pada 2016 lalu.

Namun, hingga akhir tahun 2019, belum ada tanda-tanda gedung ini akan difungsikan. Hingga muncul pertanyaan, bangunan Pasar Modern Sorek sampai kapan baru difungsikan? Hal ini disampaikan Apul Sihombing SH MH Ketua, Perkumpulan Pengusaha Andalan Riau (Kumpara), di Pangkalan Kerinci, Ahad (3/11/2019).

“Sangat-sangat disayangkan, sampai saat ini bulan November 2019, Pasar Modern Sorek yang telah dalam kondisi sangat memprihatinkan ini, terkesan menjadi bangunan yang mubazir akibat belum difungsikan. Padahal, dengan hadirnya pembangunan pasar modern yang telah menelan dana APBN tahun 2015 sebesar Rp28 Miliar ini, tentunya denyut ekonomi masyarakat Kabupaten Pelalawan, khususnya Kecamatan Pangkalan Kuras, akan semakin meningkat. Ada apa dengan Pemkab Pelalawan dan OPDnya?,” ujar Apul yang juga salah seorang tokoh pemuda Pelalawan ini.

Dikatakan praktisi hukum ini lebih lanjut, bahwa seharusnya pembangunan gedung pasar megah dua lantai ini dapat merefleksikan ekonomi kerakyatan. Dimana pemerintah harus mendasarkan pada konsep kerakyatan, salah satunya adalah keberpihakan terhadap pasar yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Dan hal ini telah dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan merealisasikan pembangunan pasar di Kelurahan Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras. Konsepnya adalah Ekonomi Kerakyatan Nawacita pada tahun 2015 lalu.

“Dalam hal ini Pemkab dapat digugat wanprestasi atau pemkab dan DPRD Pelalawan telah lalai. Pertanyaannya, apa masalahnya? Mengapa pemkab tidak memfungsikan pembangunan Pasar Sorek yang telah rampung dibangun tersebut. Ini sama saja Pemkab Pelalawan tidak mendukung program yang telah diterapkan oleh pemerintah pusat dalam konsep Nawacita tersebut. Untuk itu maka, sebagai warga kita mendesak agar Pemkab Pelalawan melalui Dinas Koperasi-UKM Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Diskop UKM Perindagsar) Pelalawan, agar segera memfungsikan pembangunan pasar tersebut. Sehingga dana miliaran rupiah yang telah digelontorkan untuk pembangunan pasar itu tidak menjadi sia-sia dan mubazir,” paparnya.

Apul juga menyoroti janji-janji Pemerintah Pelalawan terkait pasar yang berada tak jauh dari pohon Beringin Sorek ini.

“Kita menunggu jawaban Pak Bupati, karena janji-janji
Kepala Diskop UKM Perindagsar Kabupaten Pelalawan telah membuat ketidakpercayaan warga kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan,” tutup Apul. ***