Mediasi PT Arara Abadi dan Masyarakat Desa Kesuma: Implementasi Tanaman Kehidupan Dijalankan Dengan Catatan

Ds Kesuma Mediasi
Mediasi antara PT Arara Abadi dan masyarakat Desa Kusuma, Pangkalan Kuras

WIRANESIA.ID- Wakapolres Pelalawan Kompol Rezi Dharmawan SIK MIK bersama Sekda Pelalawan H. T Mukhlis MSI dan Pabung Dandim KPR 0313 memimpin mediasi PT Arara Abadi dengan masyarakat Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan di Mapolres Pangkalan Kerinci, 12 November 2019.

Mediasi membahas hambatan yang dihadapi pada saat Land Clearing di Area Konsesi PT Arara Abadi untuk Tanaman Kehidupan (TNK) dengan masyarakat Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras.

Hadir dalam mediasi itu perwakilan masyarakat, ketua RT, ketua RW, kepala dusun, Kepala Desa Kesuma, Marzon, Camat Pangkalan Kuras Firdaus MSI, pihak pemkab Pelalawan, Dinas Kehutanan dan LHK Riau, Kepala ATR/BPN Ruslan Indra SH, PT Arara Abadi, Polsek Pangkalan Kuras, Jajaran Polres Pelalawan, dan lainnya.

Terjadi dialog-dialog dalam mediasi yang pada akhirnya juga tetap aspek hukum yang harus ditegakkan. Selanjutnya, tidak ada lagi mediasi atau kesepakatan kesepakatan lain.

Kompol Rezi Dharmawan SIK MIK menegaskan, tim yang dibentuk bupati harusnya dimaksimalkan terkait sosialisasi tanaman kehidupan.

“Kita dari pihak Polres menginginkan untuk tim yang sudah dibentuk oleh bupati Pelalawan agar lebih memaksimalkan mediasi dan sosialisai terkait tanaman kehidupan,” ungkap Wakapolres didampingi Kabag Ops, Kompol Daud Sianturi, dan Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Ahmad.

Adapun keputusan hasil Rapat Mediasi 12 November 2019 adalah:
1. Tidak ada lagi mediasi dan kesepakatan lain.
2. Hal Tanaman Kehidupan yang sudah disepakati agar dijalankan dengan catatan kondusif.
3. Bila ada hal yang butuh support agar berkoordinasi dengan camat, kapolsek, danramil. Bila tidak mampu dapat meminta bantuan dengan pihak Polres Pelalawan

4. Memaksimalkan lagi Sosialisasi Tanaman Kehidupan di masyarakat.
5. Inventarisasi pemilik lahan untuk disampaikan ke kecamatan.

Sebelumnya, pada tanggal 28 – 29 Oktober 2019 ratusan warga di Desa Kesuma Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau menghalangi kegiatan alat berat yang akan melakukan pembersihan areal (land clearing) untuk tanaman kehidupan. Warga mengendarai sepeda motor berkerumun melakukan penghadangan.

Warga mengatakan telah mengelola tanah tersebut. Dan ada tanaman tanaman sawit yang telah ditanam di area itu. Namun, ketika ditanya dasar kepemilikan lahan atau bukti surat kepemilikan kepada warga itu, selalu mengelak dan berdalih tidak mau menyebutkan pemilik lahan.

Kegiatan land clearing ini bertujuan untuk dimulainya program tanaman kehidupan di wilayah konsesi PT Arara Abadi (AA) Sinarmas Group. Tanaman kehidupan merupakan kewajiban yang harus dilakukan perusahaan sebagai perintah undang-undang.

Jailun Sinaga dari perwakilan PT AA, mengatakan, perusahaan akan melakukan Implementasi Tanaman Kehidupan (TNK) Kelola Produksi Pola Kemitraan dengan masyarakat Desa Kesuma. Launching awal program implementasi tanaman kehidupan diperkirakan seluas 3500 hektar di Desa Kesuma.

“Program tanaman kehidupan sebagai kewajiban perusahaan. Karena jika tidak diimplementasikan perusahaan dapat disanksi atau wanprestasi,” katanya. ***