Areal Pantai Dikapling Jadi Tambak Kerang

Ilustrasi foto: M.daririau.com

WIRANESIA.ID- Wilayah pantai di perairan Sinaboi, Rokan Hilir, ternyata tidak bebas diakses oleh nelayan setempat untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari baik menangkap ikan, mencari kerang dan kegiatan lainnya.

Ini terjadi karena areal pantai yang ada ada telah dipetak-petak atau dikuasai pihak-pihak tertentu yang memiliki modal dengan alasan untuk kegiatan budidaya atau tambak kerang. Penambakan kerang secara ilegal ini secara tak langsung membuat timbulnya saling klaim wilayah pantai antarberbagai pihak dan yang paling terdampak adalah nelayan setempat karena mereka kehilangan akses terhadap luasan wilayah penangkapan ikan dan kerang.

Himpunan Mahasiswa Sinaboi (Himasi) mengkritisi sikap pemerintah yang masih diam menyikapi fenomena yang terjadi di lapangan, titik keberadaan tambak kerang ilegal itu secara tak langsung memicu konflik di antara pemilik atau pengusaha tambak dengan masyarakat yang relatif berekonomi lemah.

“Kami sudah sampaikan aspirasi masyarakat kepada dinas terkait dan diharapkan ada kebijakan berupa regulasi atau pengaturan terhadap aktivitas penambakan kerang yang ada,” kata Ketua Himasi Riki Dermawan.

Bahkan beberapa waktu lalu telah mengajukan audiensi dengan Dinas Perikanan Rohil sekitar Maret dan hal itu ditindaklanjuti dengan pertemuan berikutnya baru-baru ini.
Riki menegaskan jika tidak ada solusi konkret, maka persoalan tambak kerang tak ubahnya fenomena gunung es yang suatu saat bisa menimbulkan konflik kepentingan. Apalagi ternyata ada pengusaha pemodal yang datang dari luar daerah.

Menyikapi hal ini Kepala Dinas Perikanan Rohil M Amin SPi MSI menerangkan bahwa pihaknya sepakat jika ada regulasi terkait dengan keberadaan tambak kerang.

“Penataan dan regulasi tambak kerang merupakan wewenang Pemprov. Kami mengharapkan DKP Riau untuk segera menata tambak kerang yg ada di Kabupaten Rohil,” katanya. Riaupos.co. ***