Pemkab Inhu Peduli Budaya Talang Mamak

Yopi Gansal
Bupati Inhu Yopi Arianto saat membuka Festival Batang Gansal, dalam rangka mengangkat seni-budaya Suku Talang Mamak

WIRANESIA.ID- Masyarakat Talang Mamak adalah suku asli yang mendiami Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Suku ini mempunyai kebudayaan yang tinggi, dalam hal filosofi hidup. Segala gerak kehidupan mereka dituntun oleh nilai budaya yang mereka miliki. Mereka juga sangat dekat dengan alam. Di antara mereka masih ada yang tinggal di hutan, membuat rumah di ketinggian pohon, dan perilaku hidup mencintai alam lainnya.

Nah, tentu saja Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu yang dipimpin Bupati H. Yopi Arianto SE tak tinggal diam melihat keberadaan Suku Talang Mamak yang mempunyai budaya adiluhung ini. Segala potensi dalam aspek budaya, keagamaan, pendidikan, dan ekonomi berusaha diakomodasi dan dicarikan jalan keluarnya oleh Pemkab Inhu.

Pemkab Inhu tak mengabaikan begitu saja keberadaan Suku Melayu Talang Mamak ini. Yang dilakukan Pemkab Inhu demi lestarinya budaya Talang Mamak misalnya dengan mengadakan festival, seperti Festival Batang Gansal. Kegiatan ini salah satunya bertujuan dalam rangka melestarikan dan mempromosikan seni budaya dan olahraga Suku Talang Mamak.

Jadi, selain mempromosikan budaya, hal ini sekaligus juga dalam rangka mengembangkan pariwisata di Inhu. Juga meningkatkan perekonomian masyarakat Talang Mamak lewat sektor pariwisata.

Olahraga khas Talang Mamak diperlombakan dalam festival ini, misalnya, semacam lempar tombak, yang merupakan keahlian suku yang mendiami kawasan hutan lindung Bukit Tiga Puluh ini.

Masyarakat Talang Mamak menunjukkan keahliannya melempar tombak saat Festival Batang Gansal

Olahraga khas Talang Mamak lainnya yang diangkat atau dipertandingkan dalam Festival Batang Gansal adalah gasing. Di sini para pemain dari Suku Talang Mamak beraksi memainkan gasing. Mereka tampil dengan ciri khas mereka saat memainkan gasing.

Jenis olahraga Talang Mamak lain adalah pacu sampan, pacu rakit bambu. O ya, saat berlomba, misalnya saat memainkan keahlian tombak, biasanya mereka tidak menggunakan baju, hanya menggunakan penutup tubuh bagian bawah saja berupa sarung atau celana dengan kepala diikat.

Bidang kesenian berupa musik gambus dan kerajinan anyaman Suku Talang Mamak juga ditampilkan dalam festival yang Pemkab Inhu adakan tahunan ini.

“Saya bangga atas prestasi daerah bisa mempertahankan festival budaya ini,” kata Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, saat festival.

Suku Talang Mamak di Inhu terdiri dari 29 pebatinan atau komunitas. Masing-masing dari mereka dipimpin oleh apa yang disebut “bathin”. Tentu saja mereka ingin keberadaan mereka dalam negara, dalam hal ini khususnya Pemkab Inhu, diakui.

Untuk mewujudkan itulah, Pemerintah Kabupaten Inhu menyatakan komitmennya terhadap Suku Talang Mamak dengan berusaha memberikan pengakuan hukum adat bagi warga asli Inhu ini.

Wujud dari semua itu adalah dikeluarkannya SK Bupati Inhu Nomor: kpts.105/I/2018 tentang Panitia Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Indragiri Hulu.

“Kami mendukung penuh upaya atas pengakuan masyarakat hukum adat Talang Mamak. Bahkan kami akan memberikan data-data yang diperlukan kepada masyarakat,” kata Kepala Bagian Pertanahan Kabupaten Indragiri Hulu, Raja Fahrurazi, Agustus 2017.

Kepala Bagian Hukum Kabupaten Indragiri Hulu, Dewi Khairi Yenti juga menjelaskan dimana akan melakukan upaya sama demi diakuinya kehadiran Suku Talang Mamak di Riau.

Bupati Inhu Yopi Arianto (kanan) memegang tombak saat Festival Batang Gansal

“Kami juga akan siap menerima draft naskah akademik dan memberikan data-data diperlukan jika masyarakat menginginkan terbitnya Peraturan Daerah bagi pengakuan Masyarakat Adat Talang Mamak,” kata Dewi Khairi Yanti dalam diskusi terfokus dengan tema “Sebuah Kebijakan Guna Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Talang Mamak di Kabupaten Indragiri Hulu” di Belilas, Indragiri Hulu itu.

Terkait dengan hal ini pula, Sekda Inhu, Hendrizal menyampaikan bahwa pihaknya sudah lama membentuk panitia untuk membahas tentang komunitas adat Talang Mamak ini.

“Karena kepedulian kita dengan masyarakat Talang Mamak, kita sudah lama membentuk panitia untuk membahas pengakuan masyarakat adat di Kabupaten Inhu,” kata Hendrizal pada saat pertemuan dengan para Batin Talang Mamak, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Lembaga Adat Melayu Riau Inhu, dan LBH Pekanbaru pada Februari 2018 lalu. <Adv> ***