Amati Gerhana, Kepala LAPAN Thomas Jamaludin Hadir Langsung di Sungai Apit

Foto: Kompas/Rony Arianto Nugroho

WIRANESIA.ID- Fenomena alam langka terjadi di Riau, dan Indonesia umumnya, yakni apa yang disebut gerhana matahari cincin. Untuk Riau, pengamatan gerhana matahari cincin (GMC) dipusatkan di Kampung Bunsur, Sungai Apit, Kabupaten Siak, hari ini, Kamis, (26/12), meski rangkaian acaranya telah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

Istimewanya, agenda yang berbentuk festival ini dihadiri Kepala LAPAN Thomas Jamaludin langsung, yang didaulat sekaligus jadi khatib shalat gerhana. Kampung Bunsur memang ditunjuk LAPAN bersama Kota Singkawang, menjadi pusat pengamatan.

Kampung Bunsur tepat berada di seberang Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Suatu tempat nan strategis sekaligus indah yang ditunjuk oleh Lembaga Penerbanagan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai salah satu tempat terbaik mengamati GMC.

Tampak hadir di kampung Bunsur, Wakil Gubernur Riau Edy Natar beserta rombongan. Wagub datang sekitar pukul 9.30 tadi pagi. Hadir pula Kepala LAPAN, Thomas Jamaludin, Bupati Siak Alfedri, anggota DPR-RI Jon Erizal, Ketua DPRD Siak Azmi, dan para pejabat lainnya.

Saat puncak GMC lebih kurang pukul 12.17 wib, masyarakat yang hadir dan Wagubri Edy Natar serta pejabat lainnya melaksanakan shalat gerhana di lapangan bola Kampung Bunsur. Bertindak sebagai khatib dalam sholat gerhana ini adalah Kepala LAPAN Thomas Jamaludin.

“Dengan adanya fenomena gerhana matahari cincin ini, dimana matahari tertutup oleh bulan. Bulan dan matahari berjalan sesuai orbitnya, tanpa dikhawatirkan bertabrakan,” kata Thomas Jamaludin, dilansir GoRiau.

Kampung Bunsur, Sungai Apit, dipilih sebagai lokasi pengamatan karena di sini gerhana matahari cincin berlangsung paling lama, yaitu 3 menit 39 detik.

Selain mengamati gerhana, kegiatan lainnya adalah edukasi keantariksaan, mini planetarium, talkshow seputar fenomena gerhana matahari cincin, pameran hasil litbang LAPAN, pemutaran film sains, dan agenda bernunasa ilmu pengetahuan lainnya. ***