Cegah Karhutla, PT GH Taja Pelatihan Masyarakat Desa di Kecamatan Lirik

Api Peduli
PT GH gelar pelatihan dan pembentukan KTPA se-Kecamatan Lirik, Inhu, Kamis (16/1)

WIRANESIA.ID- PT Gandaerah Hendana (GH) menggelar kegiatan pelatihan dan pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) desa-desa se-Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Kegiatan pelatihan dan pembentukam KTPA dibuka dan diresmikan langsung oleh General Manager PT. GH Bapak Jeandry Hutauruk di kantor PT GH Lirik, Kamis (16/1/2020). Demikian diungkapkan Humas PT GH Randa Trianto SH kepada wartawan, Kamis (16/1) sore.

Disampaikannya, desa-desa yang dilibatkan antara lain: Desa Redang Seko, Desa Banjar Balam, Desa Seko Lubuk Tigo (Seluti), dan Desa Pasir Ringgit. Setiap desa melibatkan lima orang perwakilannya.

Kegiatan pelatihan dan pembentukan KTPA PT GH dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hulu, Ir Selamat MM diwakili Kasi Pencegahan dan Pencemaran Lingkungan, Ir Ramadhan, Camat Lirik, Sani, SSos, Kapolsek Lirik AKP Ali Azar SSos, Danramil Pasir Penyu Kapten Infantri HB. Sitepu, serta kepala desa yang berada di sekitar PT GH.

Adapun materi dalam pelatihan ini:
1. Peran Serta Damkar PT GH dalam Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla (materi ini disampaikan oleh Ketua Tim Penanggulangan Keadaan Darurat/TPKD, Al Herry Koentjoro)
2. Peran Serta KTPA dalam Pencegahan Karhutla (materi disampaikan Kasi DLH Pencegahan dan Pencemaran Lingkungan Kabupaten Inhu, Ir Ramdhan)
3. Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Berdasarkan Aspek Hukum (materi oleh Kapolsek Lirik, AKO Ali Azar SSos).

Para peserta KTPA diberikan pelatihan simulasi pemadaman karhutla di menara pantau api blok I.J 46 dan pengenalan peralatan Damkar dan cara penggunaannya, oleh Eko Prasetia (Wakil Ketua Damkar GH).

Terkait pelatihan, harapan disampaikan Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Lirik yang dalam hal ini oleh Camat Lirik.

“Peran serta masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla sangat diharapkan karena prediksi dari BMKG kemarau di tahun 2020 ini akan lebih panjang dari tahun 2019. Perlu kesiapsiagaan semua pihak untuk menghadapi situasi cuaca ekstrem. Diminta agar Kecamatan Lirik terbebas dari Karhutla,” ujar Camat Sani. Rls