Bupati Bengkalis Ditahan KPK, Wakilnya Tersangka

Amril Mukminin (tengah) dan Muhammad (kanan) saat dilantik oleh Gubri Arsyadjuliandi Rachman di gedung daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, 17/2/2016

WIRANESIA.ID- Ujian berat tengah dihadapi Kabupaten Bengkalis. Pasalnya dua pimpinan di Negeri Junjungan itu berurusan dengan aparat hukum. Kamis (6/2), Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang menyandang status tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI setahun terakhir akhirnya resmi ditahan, Kamis (6/2) malam. Di hari yang sama, Wakil Bupati Bengkalis Muhammad ditetapkan sebagai tersangka keempat dalam dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil).

Bupati Amril merupakan satu dari 12 tersangka atas dugaan perkara tindak pidana korupsi. Kasusnya terkait dengan proyek multiyears (2017-2019) pembangunan jalan Duri-Sungai Pakning di Kabupaten Bengkalis dan penerimaan gratifikasi lainnya.

“Penyidik melakukan penahanan selama 20 hari terhitung 6 Februari terhadap tersangka AM (Bupati Bengkalis, red),” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada Riau Pos.

Seperti halnya tahanan KPK, Amril tampak keluar dari gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta, lengkap dengan atribut rompi oranye dan tangan diborgol. Namun sayangnya dia enggan berkomentar banyak saat wartawan menanyakan perihal penahanannya.

“Tidak ada. Maaf ya,” kata Amril sembari masuk ke dalam mobil tahanan yang akan mengantarkannya ke Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK.

Amril ditahan setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah. Ia disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pascapenahanan Amril oleh KPK, rumah dinasnya terlihat sepi. Tidak ada aktivitas. Hanya jajaran mobil yang terparkir di garasi. Menurut petugas Satpol PP yang melakukan penjagaan di sana Bupati sudah lama tidak berada di rumah dinas ini.

“Terakhir waktu penyerahan gelar adat kemarin. Setelah itu tidak ada lagi ke rumah ini,” ungkap salah seorang petugas Satpol PP.

Menurut dia, bahkan keluarga Amril juga tidak berada di rumah dinas sejak Amril tidak di sana.

“Kalau bapak ada, keluarga ada. Kalau bapak tidak di sini, keluarga juga tidak di sini. Biasanya rombongan kalau ke rumah dinas ini,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Bengkalis H Bustami HY enggan berkomentar banyak saat dimintai keterangannya terkait ditahannya Bupati Amril.

“Saya baru pulang dari masjid,” ucap Bustami melalui telepon genggamnya, kemarin.

“Jangan-jangan,” kata Bustami ketika dimintai keterangan penangkapan Bupati Bengkalis dan menyudahi pembicaraan.

Dalam pada itu pihak keluarga Amril Mukminin mengaku ikhlas dan tetap tenang menghadapi ujian dan cobaan ini. Hal ini diungkap Andika Putra Kenedi salah satu keluarga Amril yang saat ini berada di rumah pribadi Amril di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir.

“Kami mendoakan Kanda Amril tetap istiqomah dan tabah. Bagaimanapun ujian dan cobaan itu pasti berlalu Allah tidak akan memberi ujian dan cobaan di luar batas kemampuan manusia itu sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, pihak keluarga tetap bangga memiliki abang yang mengabdikan dirinya untuk membangun Negeri Junjungan ini. Setidaknya sekecil biji zarah pun jasa Amril sebagai Bupati Bengkalis sudah memberikan hal positif dalam pembangunan Bengkalis.

“Banyak yang beliau berikan untuk masyarakat Bengkalis ini. Kalau mengenai proses hukum itu hal biasa. Apalagi sekarang tahun politik. Kita sama sama tahu dalam berpolitik harus tahan dicubit. Semua orang akan merasakan jika masuk dalam ranah politik ini,” tegasnya.

Keluarga besar mendoakan agar Amril selalu dalam lindungan Allah dan semoga selalu diberikan kesehatan.

“Mudah-mudahan Kanda Amril tidak pernah tinggalkan salat agar Allah selalu memberikan keridhoan dalam segala hal. Meskipun banyak yang menertawakan, cemooh itu semua dijadikan sebagai penyemangat. Apa yang dirasakan beliau hari ini akan dirasakan juga oleh mereka-mereka apalagi masuk di ranah politik itu semua sudah lumrah, berjalan di tempat licin akan terjatuh,” ungkapnya.

Wabup Bengkalis Ditetapkan Tersangka
Sementara itu orang nomor dua di Negeri Sri Junjungan Muhammad ST MT itu ditetapkan sebagai tersangka keempat dalam dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil).

Pada proyek bersumber dari APBD Provinsi Riau tahun 2013 sebesar Rp3,4 miliar ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka. Mereka yakni, Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sabar Stevanus P Simalonga, Direktur PT Panatori Raja selaku pihak rekanan dan Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas.

Kini, ketiganya telah dinyatakan bersalah dan divonis hukuman masing-masing lima dan empat tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Selain itu, juga terdapat nama Harris Anggara alias Liong Tjai yang turut menyandang status tersangka. Akan tetapi ketika hendak dilakukan penahaan, Direktur Utama (Dirut) PT Cipta Karya Bangun Nusa (CKBN) memilih kabur. Penyidik pun telah melakukan pencarian ke Medan, Sumatera Utara namun tidak membuahkan hasil, sehingga ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Sumber: Riaupos.co