Pendidikan, Rusli Zainal, dan Ketidakmatangan PGRI dalam Mengambil Keputusan

Rusli 1
Presiden SBY memberikan penghargaan Satya Lencana Pembangunan bidang Pendidikan kepada Rusli Zainal pada tahun 2007. Foto-foto: Istimewa

WIRANESIA.ID- Pekanbaru- Nama Mantan Gubernur Riau HM Rusli Zainal mencuat beberapa hari ini. Dimulai dari penetapan atau penabalan namanya menjadi nama sebuah gedung di ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Gedung itu adalah Gedung Guru Provinsi Riau.

Tepat pada Hari Sabtu (1/2) pekan lalu, Gedung Guru HM Rusli Zainal diresmikan oleh Sekretaris Daerah Riau, Yan Prana Jaya, mewakili Gubernur Riau.

“Nama Gedung Guru HM Rusli Zainal sebagai bentuk penghargaan kepada beliau, karena semasa beliau menjabat Gubernur memberikan perhatian khusus kepada pendidikan dan membangun gedung ini,” ujar Yan Prana Jaya, ketika itu.

Nama Rusli Zainal diberikan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau mengingat jasa-jasa Rusli saat menjabat Geubernur Riau dua periode, khususnya di bidang pendidikan.

Peresmian nama Rusli Zainal atas Gedung Guru Provinsi Riau tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti, dan dihadiri beberapa tokoh di antaranya Septina Primawati, Mantan Ketua DPRD Riau yang juga istri Rusli Zainal.

Penandatanganan prasasti dan penabalan nama Rusli Zainal di Gedung Guru Provinsi Riau, Sabtu (1/2/2020)

Namun, setelah nama Rusli Zainal ditabalkan, dan Gedung Gurunya diresmikan, pihak PGRI pusat menolak nama Rusli dijadikan nama gedung tersebut dengan berbagai alasan.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan, nama mantan Gubernur Riau Rusli Zainal batal diabadikan sebagai nama Gedung Guru.

Gedung yang tadinya akan bernama Gedung Guru Riau HM Rusli Zainal ini berganti menjadi Gedung Guru Indonesia Provinsi Riau. ”Jadi kami enggak refer ke nama orang,” kata Unifa.

Pertanyaannya, ada apa dengan PGRI, mengingat ketidakmatangan organisasi ini dalam memutuskan sesuatu? Mengapa tidak sedari awal keputusan menolak nama Rusli diambil?
Seharusnya, dalam mengambil suatu keputusan, organisasi sebesar PGRI mempertimbangkan secara matang. Bayangkan, nama Rusli Zainal sudah diresmikan lengkap dengan penandatanganan prasasti, tetapi beberapa jam kemudian namanya dicabut.

Terkait dicabutnya namanya oleh PGRI atas penamaan Gedung Guru, Rusli Zainal berkomentar.

“Tak apalah. Saya juga tak tahu, dan tak pernah meminta untuk nama itu. Bahkan sampai 13 tahun tersimpan. Karena itu menjadi amanah dan menjadi beban, semuanya kita kembalikan kepada organisasi serta pihak terkait. Kalau diambil, saya juga ikhlas. Semoga penghargaan Allah lebih baik,” ujar Rusli Zainal dikutip Lamanriau.com.

Rusli dan Guru
Semasa menjadi Gubernur Riau, Rusli Zainal pernah mendapat penghargaan dari PGRI pusat. Pada tahun 2007, PGRI mengapresiasi kepedulian Rusli terhadap dunia pendidikan khususnya perhatiannya pada kesejahteraan para guru. Kala itu Rusli diberi penghargaan Dwidya Praja Nugraha tepat pada tanggal 24 November 2007. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Umum PGRI Prof DR Muhammad Surya.

PGRI menilai, Rusli patut dijadikan contoh dalam usaha memperjuangkan dan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas para guru dan dosen.

Pada puncak Hari Guru tahun 2007, Rusli juga mendapat penghargaan Satya Lencana Pembangunan bidang Pendidikan berdasarkan Keputusan Presiden. Saat itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir langsung di Kota Pekanbaru.

Ketika menjabat sebagai Gubernur Riau dua periode, Rusli berusaha membuat Riau maju dalam aspek pembangunan dan sumber daya manusia dengan konsep pembangunan K21-nya.

Rusli membangun jalan, jembatan, sarana pendidikan, perpustakaan, hingga ke kabupaten-kabupaten seluruh Riau.

Salah satu bangunan megah hasil pemikiran dan kebijakan Rusli Zainal yang hari ini masih dimanfaatkan oleh masyarakat Riau adalah Perpustakaan Soeman HS di pusat Kota Pekanbaru.

Perpustkaan Soeman HS bahkan mendapat penghargaan sebagai perpustakaan dengan arsitektur terbaik se-Asia Tenggara pada tahun 2015 lalu. Perpustakaan ini dianggap mengedepankan unsur lokal Melayu dan Islam. Arsitektur Perpustakaan yang ada di Jalan Sudirman Pekanbaru ini di bagian atasnya terdapat rehal atau alas Kitab Suci al-Quran. Gedungnya juga bernuansa Melayu dengan pantun-pantun terpahat di dindingnya.

”Ini menunjukkan ekspresi dan inovasi tinggi, yang berakar pada kebudayaan Melayu. Tidak murni tradisional karena ada unsur modernitas,” tutur salah satu juri, Guru Besar Arsitektur Universitas Filipina Jose Danilo A Silvestre di Jakarta (26/2/2015).

Pembangunan perpustakaan megah di Kota Pekanbaru ini juga bagian dari komitmen Rusli dalam hal pendidikan. Bagaimana supaya masyarakat Riau memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar dan menambah ilmu-pengetahuan.

Terkait guru dan pendidikan, berikut catatan terbuka Rusli Zainal pada 1 Februari lalu dikutip dari Lamanriau.com:

“Guru adalah Matahari yang Mengalirkan Energi sampai Akhir Zaman.
Cita-cita yang saya raih dalam kehidupan ini berkat guru. Itulah sebabnya, saya sangat menghormati guru. Guru adalah matahari yang terus berpijar memancarkan energi tak pernah berhenti hingga akhir zaman.

Gedung Guru di tepi jalan protokol yang saya persembahkan ini adalah merupakan manifestasi penghargaan saya bagi profesi guru. Guru harus selalu terdepan dan berdiri tegak dalam setiap helaan napas kita. Di sepanjang usia kehidupan yang terus berubah.
Tak ada satu pun manusia cemerlang yang bisa lepas dari sentuhan dan jasa seorang guru. Guru menebar ilmu penuh keikhlasan dan pengorbanan. Pengabdian guru tiada akhir dengan segenap sukacita tiada tara. Tak berharap pujian.

Ketulusan, kebajikan, dan kebaikan para guru selalu menjadi inspirasi dalam membentuk generasi yang mampu bersaing menghadapi perubahan zaman. Guru selalu menjadi penggerak utama dalam setiap perubahan dan realitas pembangunan di negeri ini sepanjang masa.

Warisan ilmu yang dipersembahkan para guru tak akan lekang dikubur waktu. Mari hormati guru sepanjang zaman yang terus berbilang. Di setiap masa yang gemilang selalu ada napas guru yang menghembuskan kesuksesan.

Kami titipkan Riau padamu, para Guru.
Kaulah matahari yang terus menyinari dan memberikan energi bagi kehidupan.” ***