153.887 KK di Riau Belum Nikmati Listrik PLN

Foto: Infopublik.id

WIRANESIA.ID- Pekanbaru- Slogan listrik untuk kehidupan yang baik yang melekat pada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh masyarakat Riau. Sebab hingga saat ini, masih ada 154.887 Kepala Keluarga (KK) di Provinsi Riau yang belum bisa menikmati listrik dari PLN.

Dari data Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Riau mencatat, hingga akhir 2019, sekitar 154.887 dari 1.887.704 KK di Riau belum menikmati aliran listrik.
Ribuan warga tersebut pada umumnya tinggal di pelosok desa.
Sehingga belum bisa dijangkau oleh jaringan listrik milik negara.
Mereka pun mengandalkan pembangkit listrik seadanya dari rumah masing-masing.

Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus, akhir pekan lalu mengatakan, belum terpenuhinya kebutuhan listrik di desa-desa tersebut terjadi karena adanya sejumlah kendala.

Di antaranya adalah akses yang terbatas untuk mengalirkan listrik ke desa-desa terpencil dan daerah yang kondisi geografisnya sulit dijangkau.

“Terkendalanya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, disebabkan pembangunan jaringan listrik yang melintasi wilayah usaha lainnya baik pertambangan, perkebunan, dan kehutanan,” kata Indra.

Meski masih ditemukan ada 153 ribu lebih KK yang belum bisa menikmati listrik PLN, namun untuk persentase rasio elektrifikasi PLN di Riau cukup menggembirakan.

Hingga akhir 2019, rasio elektrifikasi PLN di Riau mencapai 91,75 persen.
Dengan jumlah KK yang sudah teraliri listrik PLN mencapai 1.722.817 kepala keluarga.

“Masih ada 154.887 kepala keluarga lagi yang belum teraliri listrik PLN,” ujar Indra.
Pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengejar pencapaian kinerja peningkatan rasio elektrifikasi.

Di antaranya dengan melakukan optimalisasi dan percepatan pembangunan listrik pedesaan.
“Optimalisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga EBT untuk daerah terpencil dan koordinasi dengan PLN dan stakeholders,” katanya.

Indra mengungkapkan, salah satu faktor yang mendukung pencapaian sasaran strategis yaitu meningkatnya aksesibilitas energi listrik bagi rumah tangga di Riau lewat upaya sinergitas dan saling mengisi antara PT PLN wilayah Riau dan Kepri sebagai salah satu BUMN pemegang izin usaha ketenagalistrikan dan pemerintah pusat (melalui APBN) serta Pemerintah Provinsi (melalui APBD) sebagai wakil negara dalam penguasaan penyediaan tenaga listrik sesuai pasal 3 ayat (1) UU 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

“Di tahun 2020, diharapkan terjadi pengurangan angka warga yang belum mendapat aliran listrik lewat optimalisasi listrik pedesaan dan pembangkit,” katanya.

Pada tahun 2020 ini Pemerintah Provinsi Riau mengalokasikan anggaran di APBD 2020 untuk pemasangan jaringan PLN ke rumah warga. Sebanyak 6.000 KK di Riau akan mendapatkan bantuan untuk pemasangan jaringan PLN.

Selain dari Pemprov Riau, pemasangan jaringan PLN ke rumah warga juga akan dibantu lewat dana CSR perusahaan, yang mencapai lebih kurang ada 3.000 KK untuk bantuan pemasangan jaringan di tahun 2020 ini.

“Jadi ada 9.000 KK yang mendapat bantuan untuk pemasangan jaringan listrik PLN,” kata Indra.

Lokasi distribusi penerima bantuan pemasangan jaringan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota se Provinsi Riau.

Masing-masing kabupaten kota akan mendapatkan jatah lebih kurang 500 KK.

“Masing-masing daerah berbeda, tergantung tingkat kebutuhannya. Seperti Kota Pekanbaru itu tidak dapat, karena rasio elektrifikasinya kan sudah tinggi,” ujarnya.

Namun untuk mengejar target pemasangan jaringan PLN ke rumah warga, di beberapa daerah memang masih ditemui sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kendala geografis.
Indra menjelaskan, untuk pemasangan jaringan listrik di Riau saat ini sudah hampir seluruh desa di Riau yang sudah teraliri jaringan listrik.

Sehingga untuk tahun depan ditargetkan sudah seluruh desa di Riau teraliri jaringan listrik dari PLN.
Sejumlah desa di Riau yang belum teraliri listrik akibat terkendala geografis salah satunya ada di wilayah Indragiri Hilir.

Kemudian di Kampar baru keluar izin kehutanannya untuk wilayah yang akan dilewati jaringan ke arah Kampar Kiri Hulu.

Selanjutnya di Rohul, ada satu desa lagi sedang dijajaki Kerja Sama Operasional (KSO) antara Dinas ESDM dengan PLN.

Pihaknya optimis, tahun 2020 target pemenuhan RE di Provinsi Riau dapat terealisasi.

“Hanya kendalanya, kemarin itu PLN mengejar per desa dulu sampai ke pusat pemukiman. Biasanya sampai ke pusat pemerintahan. Tapi belum menyeluruh sampai ke dusun-dusun. Kemudian di tahun 2021 mendatang, kita dengan PLN tinggal fokus aja lagi ke dusun-dusun, berarti tinggal pemasangan instalasi ke rumah-rumah masyarakat yang belum teraliri listrik, mudah-mudahan bisa terealisasi sesuai harapan,” kata Indra.
Tribunpekanbaru.com