Telah 737 Kasus, Mahasiswa dan TKI Dominasi Jumlah ODP di Pelalawan

Covid A 8
Peningkatan ODP menjadi 723 kasus didominasi TKI dan Mahasiswa

WIRANESIA.ID- Pangkalan Kerinci- Rabu 8 April 2020, Kadis Kesehatan yang juga Juru Bicara COVID- 19 Kabupaten Pelalawan Asril K SKM MKes merilis perkembangan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Pelalawan. Kasus tercatat telah mencapai 737 kasus.

Hal ini naik drastis dimana Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penambahan yang signifikan menjadi 723 kasus, Pasien dalam Perawatan 12 kasus, dan positif 2 kasus. 123 ODP telah melewati 14 hari pemantauan atau sehat, dan 5 PDP sudah pulang dan dinyatakan sehat karena hasil swabnya negatif.

Dari data di posko COVID-19 Pelalawan, penyebaran Covid-19 ada di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan seperti Kecamatan Pangkalan Kerinci, kasus ODP-nya 207, PDP 9, dan positif 2 orang. Kecamatan Langgam, kasus ODP 4 orang. Kecamatan Bandar Seikijang, kasus ODP 28 orang. Kecamatan Pelalawan, kasus ODP 29 orang. Kecamatan Bunut, kasus ODP 17 orang. Kecamatan Pangkalan Kuras, kasus ODP 50 dan PDP 1 orang. Kecamatan Bandar Petalangan kasus ODP-nya 24, PDP 1 orang.

Kemudian Kecamatan Pangkalan Lesung, kasus ODP 60 orang. Kecamatan Ukui, kasus ODP 116, PDP 1 orang. Kecamatan Kerumutan, kasus ODP 54 orang, Kecamatan Teluk Meranti, kasus ODP 15 orang, dan Kecamatan Kuala Kampar, kasus ODP 119 orang.

Asril yang didampingi Kadis Kominfo Hendri Gunawan mengatakan, bahwa berdasar laporan yang masuk, perkembangan yang signifikan terjadi pada kasus orang dalam pemantauan (ODP). ODP tersebut bertambah karena didominasi TKI dan mahasiswa yang pulang dari luar negeri dan daerah yang termasuk zona merah atau red area.

Sebagaimana diketahui, setiap warga yang masuk dari zona merah langsung ditetapkan sebagai ODP dan diisolasi secara mandiri.

Asril juga menegaskan kembali terkait imbauan Bupati Pelalawan HM Harris.

“Bupati Pelalawan HM Harris mengimbau dan mengingatkan para RT/RW di wilayah masing – masing di Kabupaten Pelalawan agar lebih jeli dan tanggap memantau para pendatang maupun warga asli dari luar daerah terutama yang berasal dari daerah yang terjangkit Covid-19. Laporkan siapa pun yang baru datang dan hendaknya segera memeriksakan kesehatannya ke puskesmas,” ujarnya. ***